TANJUNG SELOR, Bacafakta.id – Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bulungan Tahun Anggaran 2025 tak hanya menjadi agenda rutin tahunan. Dari pembahasan tersebut, DPRD Bulungan menemukan sejumlah persoalan yang dinilai masih perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Melalui rekomendasi yang disampaikan kepada Pemkab Bulungan, Komisi I DPRD Bulungan menyoroti sejumlah sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga dukungan terhadap sektor pertanian yang saat ini menghadapi tantangan akibat cuaca ekstrem.
Ketua Komisi I DPRD Bulungan, Rozana Bin Serang, mengatakan rekomendasi yang diberikan DPRD merupakan hasil dari berbagai masukan dan keluhan yang diterima dari masyarakat selama ini. Karena itu, rekomendasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumen pelengkap LKPJ, tetapi benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Menurutnya, salah satu kebutuhan yang semakin mendesak adalah peningkatan layanan kesehatan. Seiring bertambahnya jumlah penduduk di Bulungan, kebutuhan fasilitas kesehatan juga ikut meningkat. Hal itu berkaitan dengan rencana pembangunan rumah sakit baru yang belakangan mulai mencuat. Informasi yang diterima DPRD, proyek tersebut masih dalam tahap pencarian investor dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Rozana menilai keberadaan rumah sakit tambahan akan menjadi kabar baik bagi masyarakat apabila benar-benar terealisasi.
“Kalau memang ada pembangunan rumah sakit baru tentu bagus. Kabupaten Bulungan ini masyarakatnya semakin banyak dan kebutuhan pelayanan kesehatan juga meningkat,” katanya.
Menurut dia, keberadaan rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap akan membantu memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada fasilitas kesehatan yang ada saat ini. Apalagi, Bulungan sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Utara terus berkembang dan menjadi tujuan masyarakat dari sejumlah wilayah sekitar untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Kalau memang nanti ada rumah sakit tipe B yang dibangun, tentu sangat membantu masyarakat. Yang penting bisa memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan warga,” ujarnya.
Selain persoalan kesehatan, DPRD juga menyoroti sektor pendidikan yang masih menjadi perhatian masyarakat. Meski tidak merinci persoalan yang muncul dalam pembahasan LKPJ, Rozana menyebut pendidikan selalu menjadi aspirasi yang paling sering disampaikan warga saat anggota dewan turun ke lapangan. Menurutnya, kebutuhan masyarakat setiap tahun terus berkembang. Karena itu, program pembangunan juga harus mampu menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.
“Tidak hanya pendidikan dan kesehatan. Aspirasi masyarakat itu banyak sekali, mulai dari UMKM, ekonomi kerakyatan, pertanian sampai perikanan,” katanya.
Namun dari berbagai sektor tersebut, pertanian menjadi salah satu bidang yang belakangan paling banyak dikeluhkan masyarakat. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat banyak petani kesulitan mempertahankan produktivitas lahan mereka. Musim kemarau yang cukup panjang di sejumlah wilayah menyebabkan kebutuhan air untuk perkebunan dan pertanian semakin meningkat. Akibatnya, banyak kelompok tani berharap adanya bantuan sarana penunjang yang dapat membantu mereka menghadapi kondisi tersebut.
“Kalau pertanian, yang banyak disampaikan masyarakat sekarang itu kebutuhan alat-alat pertanian. Dengan cuaca seperti sekarang mereka membutuhkan alat yang bisa membantu mendapatkan pasokan air,” ungkap Rozana.
Dari berbagai usulan yang diterima, mesin pompa air menjadi salah satu kebutuhan yang paling sering disampaikan petani kepada DPRD. Menurut Rozana, alat tersebut dinilai cukup mendesak karena dapat membantu petani mengatasi keterbatasan sumber air selama musim kemarau berlangsung.
“Pompa air itu yang banyak dibutuhkan sekarang. Kita bisa lihat sendiri cuaca belakangan ini cukup ekstrem,” katanya.
Ia mengakui kondisi sektor pertanian saat ini sedang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain faktor cuaca, para petani juga harus berhadapan dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana pendukung produksi. Karena itu, DPRD meminta pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap sektor pertanian mengingat bidang tersebut menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kita tahu kondisi sekarang tidak mudah. Tapi mudah-mudahan pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, terutama petani yang cukup terdampak kondisi cuaca,” ujarnya.
Melalui rekomendasi LKPJ Tahun 2025, DPRD Bulungan berharap pemerintah daerah dapat lebih fokus pada program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Rozana menegaskan DPRD akan terus mengawal berbagai aspirasi yang masuk agar dapat menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah.
“Sebagai wakil rakyat, kami akan terus berjuang mengawal apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Itu tugas kami,” tegasnya.(dprd)

Discussion about this post