• Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
Menu
  • Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
SEPUTAR KALTARA (KALIMANTAN UTARA)
Search
Close

Home » Bupati Bulungan Gandeng IPB Perkuat Ekonomi Hijau, Bidik Agroforestri Kayan Lewat Program TFCA

Bupati Bulungan Gandeng IPB Perkuat Ekonomi Hijau, Bidik Agroforestri Kayan Lewat Program TFCA

by BacaFakta.id
31 Oktober 2026
in PERTANIAN BULUNGAN
A A
24
VIEWS
PostTweetSendScan

BOGOR, Bacafakta.id – Pembangunan ekonomi dan pelestarian hutan menjadi dua agenda yang ingin berjalan beriringan di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Untuk memperkuat langkah tersebut, Bupati Bulungan Syarwani menemui jajaran Institut Pertanian Bogor (IPB) University di Bogor, Kamis, 29 Oktober 2026.

Pertemuan itu membahas evaluasi Collaboration Innovation Center (CIC), persiapan program hibah Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan, hingga pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi.

Kunjungan kerja tersebut bukan sekadar agenda kelembagaan. Pemerintah Kabupaten Bulungan ingin memastikan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga konservasi menghasilkan program nyata, terutama bagi masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan.

Dalam pertemuan itu, Syarwani menegaskan bahwa pembangunan hijau menjadi salah satu arah utama kebijakan daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Pemerintah daerah, kata dia, ingin mendorong Bulungan menjadi daerah yang berdaulat dan unggul tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

“Kami meyakini kemajuan Bulungan adalah sebuah keniscayaan, namun di sisi lain harus didukung dengan kondisi alam yang tetap terjaga,” ujar Syarwani di hadapan sivitas akademika IPB.

Ia mengatakan, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga konservasi diperlukan agar intervensi pembangunan di sektor pertanian dalam arti luas benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Lembaga Pengembangan Agro-Maritim dan Akselerasi Entrepreneurship (LPA2I) IPB University, Dr. Handian Purwangsa, S.Hut., M.Si., Direktur Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Herlina Hartanto, perwakilan PT PKN, serta sejumlah mitra IPB dan kepala organisasi perangkat daerah Pemkab Bulungan.

Handian menyambut baik kunjungan tersebut. Ia memaparkan pengalaman IPB dalam mengembangkan ekonomi masyarakat desa melalui agroforestri yang terintegrasi dengan hilirisasi produk.

Model itu tidak berhenti pada peningkatan produksi pertanian atau hasil hutan. Pengolahan pascapanen, penguatan kualitas produk, hingga akses pasar menjadi bagian penting untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas masyarakat.

READ  TINGKATKAN KAPASITAS VERIFIKATOR, DINAS PERTANIAN BULUNGAN IKUTI PEMBINAAN TEKNIS APLIKASI PSR

IPB, menurut Handian, siap mendukung Bulungan melalui pendekatan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kajian kesesuaian lahan. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan pertanian dan perhutanan sosial diharapkan lebih terukur dan berkelanjutan.

TFCA Kayan Masuk Tahap Persiapan
Salah satu agenda penting dalam pertemuan itu adalah pematangan program hibah Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan. Program yang melibatkan konsorsium LPA2I IPB bersama sejumlah mitra strategis tersebut diarahkan untuk memperkuat produktivitas agroforestri di bentang alam Kayan.

Pelaksanaannya direncanakan berlangsung selama 15 bulan ke depan.
Program ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan konservasi hutan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Produktivitas ekonomi diharapkan tumbuh, sementara fungsi ekologis kawasan hutan tetap terjaga.

Handian mengatakan, koordinasi tersebut penting untuk menyelaraskan hasil evaluasi program CIC dengan rencana pelaksanaan TFCA Kalimantan.

“Kami ingin memastikan setiap riset, inovasi, dan pendampingan berakar kuat pada kebutuhan masyarakat serta mendukung prioritas RPJMD Bulungan,” katanya.

Dukungan terhadap agenda konservasi juga disampaikan Herlina Hartanto. Direktur YKAN itu mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam menjaga hutan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal sejak 2022.

Sejumlah capaian telah dicatat, antara lain penetapan 11 kawasan perhutanan sosial, terdiri atas 10 hutan desa dan satu hutan adat. Pemerintah daerah juga memberikan insentif kepada lembaga pengelola hutan serta mendorong keterlibatan kelompok perempuan dalam restorasi lahan kritis di Desa Long Buang.
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan program konservasi. Sebab, perlindungan hutan tidak hanya berkaitan dengan luas kawasan yang dipertahankan, tetapi juga bagaimana masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya alam secara lestari.

Melirik Startup Center IPB Agenda Syarwani di IPB tidak berhenti di ruang rapat. Setelah mengikuti koordinasi dan pemaparan program, ia meninjau Gedung Startup Center (GSC) IPB University.

READ  Dinas Pertanian Bulungan Sosialisasikan Budidaya Kakao dan Serahkan Bantuan Bibit kepada Enam Kelompok Tani di Long Beluah

Fasilitas yang dikelola Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi IPB itu merupakan pusat inkubasi bisnis dan pengembangan perusahaan rintisan berbasis teknologi.

Kunjungan tersebut membuka perspektif lain bagi Pemkab Bulungan. Pengembangan ekonomi daerah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan sektor pertanian dan kehutanan, tetapi juga perlu ditopang inovasi, kewirausahaan, serta kemampuan generasi muda mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah.

Startup Center menjadi salah satu referensi bagi pemerintah daerah untuk melihat bagaimana riset dan teknologi dapat diterjemahkan menjadi peluang usaha.

Bagi Bulungan, peluang itu terbuka melalui pengembangan produk unggulan daerah, penguatan industri pengolahan, serta penciptaan ekosistem wirausaha lokal.

Rangkaian kunjungan ini mempertemukan tiga agenda yang saling berkaitan yakni. konservasi hutan, penguatan ekonomi masyarakat, dan inovasi teknologi. Tantangan berikutnya adalah memastikan kesepakatan dan rencana kerja sama tersebut berlanjut menjadi program konkret di lapangan.

Dengan dukungan IPB, YKAN, dan mitra strategis lainnya, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap pembangunan hijau tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan. Agroforestri, perhutanan sosial, hilirisasi produk, hingga kewirausahaan diharapkan menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah sekaligus menjaga bentang alam Kayan tetap lestari. (Kls)

Previous Post

Tingkatkan Keamanan Pangan Hewani, Dinas Pertanian Bulungan Gelar Orientasi Higiene Sanitasi bagi Pelaku Usaha PAH

Discussion about this post

Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | Perlindungan Wartawan

© 2025 BacaFakta.id - Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
logo bacafakta
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Internasional
  • Perspektif
  • Edukasi
  • Hiburan
  • Komunitas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pesona
  • Tekonologi