MALINAU, Bacafakta.id – Deru langkah ratusan santri dan jamaah memecah pagi di Malinau. Di bawah kibaran bendera tauhid dan lantunan shalawat, mereka berjalan khidmat menyusuri jalan kota. Spanduk “Ziarah Kubro 1447 Hijriah” terbentang di barisan depan, menjadi simbol sebuah perjalanan ruhani: mengingat kematian, membersihkan hati, dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Pondok Pesantren Putra Al Khairaat Malinau menggelar Ziarah Kubro 1447 Hijriah yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Putra Al Khairaat Malinau, Ustadz Zakaria Toba. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap akhir bulan Sya’ban sebagai bagian dari persiapan spiritual menyambut bulan Ramadhan. Sabtu, (14/2/2026).
Ziarah Kubro tersebut diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Putra Al Khairaat Malinau bekerja sama dengan Syababul Hijrah serta sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Malinau. Kegiatan ini diikuti oleh santri, alim ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen umat Islam di Kabupaten Malinau.
Prosesi ziarah berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Para peserta memanjatkan doa bersama untuk para ulama dan orang-orang saleh yang telah wafat, sekaligus bermuhasabah diri agar lebih siap menghadapi bulan penuh ampunan.

Ustadz Zakaria Toba menyampaikan bahwa Ziarah Kubro bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana mengingatkan umat akan kehidupan akhirat dan pentingnya memperbaiki diri sebelum Ramadhan.
Ia mengutip hadits Rasulullah SAW:
زر القبور تذكر بها الآخرة (رواه الحاكم)“Ziarahilah kubur, karena ziarah kubur itu mengingatkan kalian akan akhirat.” (HR. Al-Hakim)
Menurut Ustadz Zakaria, ziarah kubur menjadi momentum bagi umat Islam untuk merenungi hakikat kehidupan serta menyiapkan bekal amal saleh.
“Ziarah Kubro ini kita laksanakan setiap akhir bulan Sya’ban sebagai pengingat bahwa dunia ini sementara. Dengan mengingat kematian, kita diharapkan lebih siap menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan semangat meningkatkan ibadah,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Ziarah Kubro 1447 Hijriah menjadi bukti kuatnya semangat religius masyarakat Malinau dalam menyambut Ramadhan. Selain sebagai ibadah, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pesantren, ormas, dan masyarakat umum dalam bingkai persatuan umat.(kls).






Discussion about this post