BACAFAKTA.ID, TANJUNG SELOR – Politik sering dipandang sebagai ruang penuh perbedaan. Namun di balik dinamika dan kontestasi, masih ada nilai yang tetap hidup dan dijaga: kemanusiaan serta persaudaraan.
Hal itulah yang ditunjukkan Wakil Ketua DPRD Bulungan, Dwi Sugiarto. Di tengah padatnya agenda dan tanggung jawab sebagai pimpinan legislatif, ia meluangkan waktu untuk menjenguk dua tokoh politik senior Kabupaten Bulungan yang sedang menjalani perawatan di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor.
Dua sosok yang dikunjungi bukanlah rekan satu partai. Mereka adalah Niko Dimus, kader senior Partai Gerindra, serta Mendan Anye, tokoh senior dari PDI Perjuangan. Namun bagi Dwi, perbedaan pilihan politik bukan alasan untuk memutus tali silaturahmi yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Kunjungan itu berlangsung sederhana, tanpa seremoni dan tanpa sekat. Yang hadir hanyalah perhatian, doa, dan penghormatan kepada para senior yang telah ikut mewarnai perjalanan politik dan pembangunan di Bulungan.
Di ruang perawatan, Dwi menyampaikan harapan agar keduanya segera diberi kesehatan dan kekuatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga.
“Kami mendoakan semoga Pak Niko Dimus dan orang tua kami Pak Mendan Anye segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan. Semoga bisa segera kembali ke rumah, berkumpul bersama keluarga dan menjalani aktivitas seperti sediakala,” ujarnya.
Bagi Dwi, politik tidak semestinya menghapus nilai kekeluargaan. Justru dalam situasi seperti inilah terlihat bahwa hubungan antarmanusia jauh lebih besar dibanding sekadar perbedaan warna partai.
Ia menilai menjaga komunikasi, menghormati para senior, dan memberikan dukungan moral merupakan bagian dari budaya politik yang sehat dan beradab.
Kunjungan tersebut juga menjadi pengingat bahwa para tokoh senior memiliki jejak panjang dalam membangun daerah. Pengalaman, pengabdian, dan kontribusi mereka menjadi bagian dari perjalanan demokrasi di Kabupaten Bulungan yang patut dihargai.
Di tengah suasana ruang perawatan yang tenang, terselip harapan yang sama: semoga kesehatan segera pulih, dan para tokoh yang telah lama mengabdi itu bisa kembali berkumpul dengan keluarga serta menjalani aktivitas seperti biasa.
Karena pada akhirnya, di atas semua perbedaan, kemanusiaan tetap menjadi bahasa yang paling mudah dipahami semua orang.(mls)






Discussion about this post