• Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
Menu
  • Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
SEPUTAR KALTARA (KALIMANTAN UTARA)
Search
Close

Home » Sukses Sabet Juara 1, Inovasi Program “Bangun Kebun” Bulungan Bakal Replikasi Agrokompleks di 12 Desa

Sukses Sabet Juara 1, Inovasi Program “Bangun Kebun” Bulungan Bakal Replikasi Agrokompleks di 12 Desa

by BacaFakta.id
25 Oktober 2026
in PERTANIAN BULUNGAN
A A
22
VIEWS
PostTweetSendScan

‎‎TANJUNG SELOR, Bacafakta.id – Inovasi Program ‘Bangun Kebun’ yang digagas Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan berhasil menyabet juara 1 untuk kategori Pertanian Berkelanjutan.
‎
‎Capaian impresif ini menjadi pijakan kuat bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan untuk memperluas kawasan agro kompleks secara masif ke 12 desa pada 2027 mendatang.
‎
‎​Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Yunarti Utami, SP, M.AP, mengungkapkan bahwa Program ‘Bangun Kebun’ dirancang khusus guna mengoptimalkan potensi desa melalui integrasi sektor perkebunan, pertanian, peternakan, hingga perikanan dalam satu kawasan terpadu.
‎
‎​“Raihan Juara 1 ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan Program ‘Bangun Kebun’ agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,”ujarnya.
‎
‎Dikatakan, tujuan utamanya bukan hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan potensi lokal secara terpadu dan berkelanjutan.
‎
‎​Ia menjelaskan, pengembangan kawasan agro kompleks dilakukan bertahap sesuai karakteristik wilayah. Pada tahun 2026, program difokuskan di Desa Long Buang, Long Beluah, dan Long Sam.
‎
‎Sementara pada 2027, replikasi direncanakan menyasar Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kecamatan Peso Hilir, serta sembilan desa di Kecamatan Peso.
‎
‎​“Pada 2027, kami ingin memperluas penerapan BANGUN KEBUN ke wilayah yang memiliki potensi serupa. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh manfaat dari pengembangan pertanian dan perkebunan yang terintegrasi,” tambahnya.
‎
‎​Perkuat Sumber Daya Manusia Lewat Sekolah Lapangan
‎
‎​Sebagai fondasi utama ekspansi tersebut, Pemkab Bulungan telah menggelar kegiatan Capacity Building Sekolah Lapangan Agro kompleks sepanjang 2026 di Desa Long Buang, Kecamatan Peso.
‎
‎Kegiatan ini telah melangsungkan 8 kali pertemuan dan diikuti oleh 46 peserta terdiri dari perwakilan 10 desa (masing-masing 3 orang), 10 mahasiswa, serta 6 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
‎
‎​“Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bulungan bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Tani Nelayan Centre (TNC), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Kaltara (Unikaltar),” ungkap Yunarti.
‎
‎​Menurutnya, penguatan kapasitas SDM menjadi kunci penting agar masyarakat siap mengelola sistem agro kompleks secara mandiri dan berkelanjutan sebelum replikasi 2027 berjalan.
‎
‎​“Melalui sekolah lapangan, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk mengintegrasikan berbagai sektor usaha sesuai potensi wilayah masing-masing. Keterlibatan perwakilan desa, mahasiswa, dan PPL diharapkan memperluas penyebaran pengetahuan ini ke wilayah lain,” jelasnya.
‎
‎​Gandeng Mitra Pembangunan dan Perguruan Tinggi
‎
‎​Guna menyokong keberlanjutan program jangka panjang, Pemkab Bulungan juga menjalin sinergi dengan Tropical Forest Conservation Act (TFCA).
‎
‎Di Desa Long Buang sendiri, fasilitasi intensif selama 15 bulan yang melibatkan tiga kelompok tani lokal (beranggotakan 15–21 orang per kelompok) siap digulirkan mulai 2027 dengan dukungan pembiayaan dari TFCA.
‎
‎​Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Bulungan, Bupati Bulungan Syarwani juga dijadwalkan melangsungkan pertemuan dengan para pemangku kepentingan terkait di Bogor pada pekan depan guna membahas peluang kerja sama dan skema dukungan program lebih lanjut.
‎
‎​Yunarti berharap sinergi ini dapat memperkuat pendampingan petani, meningkatkan keterampilan budidaya, serta menjaga kelestarian lingkungan.
‎
‎
‎
‎Program ​Bangun Kebun mengusung sistem integrasi dan tumpangsari.

READ  TINGKATKAN KAPASITAS VERIFIKATOR, DINAS PERTANIAN BULUNGAN IKUTI PEMBINAAN TEKNIS APLIKASI PSR

Skema ini memungkinkan petani membudidayakan beragam komoditas unggulan seperti jagung, kakao, kopi, kelapa, dan sayuran sekaligus menjalankan usaha perikanan dan peternakan.
‎
‎Pendekatan ini diproyeksikan membuka beragam sumber pendapatan baru bagi warga desa dan mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas.
‎
‎​Bagi Yunarti, indikator utama keberhasilan BANGUN KEBUN bukanlah sebatas penghargaan yang diraih, melainkan dampak nyata pada kemampuan masyarakat mengelola lahan secara produktif dan bernilai ekonomi tinggi.
‎
‎​“Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan di desanya sendiri. Potensi alam yang dimiliki harus dikelola secara produktif, memberikan nilai tambah, dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,”tegasnya.
‎
‎Yunarti menambahkan, kegiatan capacity building ini menjadi fondasi agar pengembangan kawasan nantinya tidak hanya berfokus pada pemanfaatan lahan, tetapi juga didukung SDM yang kompeten.(kls).

Previous Post

Dinas Pertanian Bulungan Lakukan Pemetaan Spasial Lahan Pekebun di Desa Pura Sajau

Discussion about this post

Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | Perlindungan Wartawan

© 2025 BacaFakta.id - Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
logo bacafakta
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Internasional
  • Perspektif
  • Edukasi
  • Hiburan
  • Komunitas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pesona
  • Tekonologi