TANJUNG SELOR, Bacafakta.id – Warna-warni pakaian adat nusantara warnai kesakralan puncak hari jadi Kabupaten Bulungan ke 66 dan Tanjung Selor ke 236 tahun di Kawasan Kebun Raya Bundayati, Senin (12/10/26).
Bupati Bulungan Syarwani S.Pd. M.Si., yang bertindak sebagai inspektur upacara dengan busana adat khas Kesultanan Bulungan, menegaskan jika usia ke-66 bukan sekadar penanda waktu.
Momentum ini harus menjadi pilar keberlanjutan pembangunan yang telah dirintis sejak era Kesultanan Bulungan.
”Pembangunan yang kita jalankan hari ini tidak dimulai dari nol. Ada fondasi kokoh dari para pendahulu yang wajib kita jaga, amankan, dan lanjutkan,” tegas Syarwani saat menyampaikan amanatnya.
Sebagai kabupaten induk di Kalimantan Utara (Kaltara) yang kini menjadi pusat pemerintahan provinsi, Bulungan tengah mengalami akselerasi ekonomi yang signifikan.
Data BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi daerah melonjak tajam dari 3,85 persen pada 2022 menjadi 5,54 persen pada 2025. Bahkan, pada triwulan II 2026, angkanya meroket hingga 10,62 persen.
Lompatan ekonomi tersebut berjalan seiring derasnya arus modal yang masuk, khususnya di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning – Mangkupadi.
Realisasi investasi Bulungan sepanjang 2025 saja menembus Rp 14,5 triliun, melampaui target Pemerintah Provinsi Kaltara sebesar Rp 13,5 triliun.
Meski demikian, Syarwani memberikan peringatan keras. Ia tak ingin pesatnya investasi mengorbankan daya dukung alam dan masa depan lingkungan.
”Pertumbuhan ekonomi dan kehadiran investasi harus berjalan seiring dengan pembangunan berkelanjutan. Investasi masuk, lingkungan tetap lestari,” ujarnya.
Syarwani juga mewanti-wanti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bulungan agar tidak membuat celah pungli atau memperlambat proses perizinan.
”Investor kita undang secara terbuka. Namun pelayanan publik harus bersih. Jika ada oknum yang main-main, laporkan langsung ke saya,” tambahnya.

Tak hanya berfokus pada industri mega proyek, Pemkab Bulungan terus memperkuat benteng ekonomi rakyat di tingkat tapak.
Melalui Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (MESRA) yang dikelola PT BPR Bank Bulungan, kucuran modal tanpa bunga senilai lebih dari Rp 15 miliar telah disalurkan sejak 2023 hingga Agustus 2025 untuk petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Di bidang kesehatan, angka stunting berhasil ditekan secara agresif. Dari angka 22,6 persen pada 2023, prevalensi stunting turun ke 18,23 persen pada Agustus 2024.
Capaian ini disebut Syarwani sebagai buah kerja gotong royong (tenguyun) dari kader posyandu, PKK, hingga tingkat desa.
Selain mendorong pelayanan publik yang ramah disabilitas, Bupati juga menyinggung kesiapan daerah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pihaknya memastikan bakal mengambil langkah fleksibel termasuk memindahkan proses belajar mengajar ke rumah jika kabut asap dinilai membahayakan kesehatan peserta didik.
”Ukuran keberhasilan pembangunan bukan cuma soal besarnya angka investasi. Yang utama adalah seberapa besar manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat dan bisa diwariskan ke anak cucu,” pungkasnya.(red)

Discussion about this post