BOGOR, BACAFAKTA.ID – Dalam upaya meningkatkan kualitas verifikasi dan mendukung percepatan pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan mengikuti kegiatan pembinaan teknis penggunaan Aplikasi PSR bagi verifikator daerah.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan ketelitian dalam proses verifikasi, serta memastikan pelaksanaan program berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Pembinaan teknis tersebut mencakup pengoperasian Aplikasi PSR terbaru, mulai dari proses pengunggahan dokumen administrasi, pemetaan spasial atau poligon lahan, hingga validasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan legalitas lahan secara digital. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai mekanisme registrasi dan penunjukan akun verifikator, termasuk alur persetujuan berjenjang dalam sistem aplikasi.
Tidak hanya berfokus pada aspek administrasi digital, kegiatan ini turut memperkuat pemahaman peserta mengenai tata cara verifikasi lapangan (ground checking). Materi yang diberikan meliputi pengambilan titik koordinat dan penentuan batas lahan menggunakan GPS, pemeriksaan kondisi serta umur tanaman kelapa sawit, dan validasi batas wilayah untuk meminimalkan potensi sengketa maupun tumpang tindih lahan dengan kawasan hutan.
Dalam arahannya, Pimpinan Tim Peremajaan Kelapa Sawit Pusat menekankan pentingnya profesionalisme, objektivitas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas verifikasi. Seluruh verifikator diharapkan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna menjaga integritas dan kualitas hasil verifikasi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kristiyanto, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas verifikator merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program Peremajaan Sawit Rakyat, khususnya dalam memastikan kesesuaian data calon penerima dan lahan yang diusulkan.
“Verifikasi merupakan tahapan penting untuk memastikan bahwa program Peremajaan Sawit Rakyat dilaksanakan secara tepat sasaran, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pembinaan teknis ini, kami berharap para verifikator semakin memahami penggunaan aplikasi serta mampu melaksanakan pemeriksaan administrasi dan lapangan secara cermat, objektif, dan profesional,” ujar Kristiyanto.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara petugas verifikator, pemerintah daerah, dan pihak terkait agar setiap kendala dalam proses verifikasi dapat ditangani secara efektif.
“Ketelitian dalam memeriksa dokumen, keakuratan data spasial, serta kepastian legalitas lahan harus menjadi perhatian utama. Dengan verifikasi yang berkualitas, kita dapat meminimalkan kesalahan data dan mendukung pelaksanaan program yang transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat bagi pekebun kelapa sawit,” tambahnya.

Melalui kegiatan pembinaan teknis ini, diharapkan kapasitas dan kesiapan verifikator daerah semakin meningkat sehingga proses verifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CP/CL) dapat berjalan lebih efektif, akurat, dan sesuai ketentuan.
Sebagai tindak lanjut, pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja verifikator dalam penggunaan aplikasi akan dilakukan secara berkala, disertai penguatan layanan pendampingan teknis untuk mengatasi berbagai kendala, baik dalam proses administrasi maupun pemeriksaan di lapangan.
Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat tata kelola pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat agar berjalan secara profesional, berintegritas, dan tepat sasaran demi mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa sawit serta kesejahteraan pekebun. (Adv/kls)



Discussion about this post