BULUNGAN, BACAFAKTA.ID – Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian Kabupaten Bulungan memasuki hari kedua dengan pembahasan yang semakin strategis. Forum ini menjadi ruang untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, serta merumuskan berbagai strategi dalam mendukung peningkatan produktivitas dan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Bulungan. (06/10/26)
Sejumlah agenda penting menjadi fokus pembahasan, meliputi Luas Tambah Tanam (LTT), penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) alat tanam padi PM-AAS, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta ketenagaan penyuluh pertanian.
Pembahasan LTT menjadi salah satu perhatian utama mengingat peningkatan luas areal tanam merupakan bagian penting dalam mendorong produktivitas sekaligus mendukung pencapaian target produksi pertanian daerah. Para penyuluh didorong untuk memperkuat koordinasi dan memastikan potensi lahan di wilayah masing-masing dapat dioptimalkan secara tepat dan berkelanjutan.
Di sisi lain, penyusunan RAB alat tanam padi PM-AAS dibahas sebagai bagian dari upaya memastikan perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana pertanian berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan nyata di lapangan.
Penguatan kelembagaan kelompok tani juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Kelompok tani yang aktif, solid, dan memiliki tata kelola yang baik diharapkan mampu menjadi wadah peningkatan kapasitas petani, memperkuat kerja sama, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kristiyanto, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh program dan bantuan sarana produksi, tetapi juga oleh kekuatan koordinasi serta kualitas pendampingan di tingkat lapangan.
“Penyuluh pertanian memiliki peran yang sangat strategis. Mereka adalah ujung tombak pemerintah dalam mendampingi petani, memastikan program berjalan dengan baik, sekaligus menjembatani kebutuhan petani dengan kebijakan pembangunan pertanian. Karena itu, koordinasi harus terus diperkuat agar setiap program benar-benar memberikan manfaat dan berdampak terhadap peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani,” ujar Kristiyanto.

Lebih lanjut, pembahasan mengenai ketenagaan penyuluh diarahkan untuk memperkuat efektivitas pendampingan kepada petani. Penyuluh tidak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi dan teknologi pertanian, tetapi juga memiliki kemampuan membaca persoalan di lapangan serta mendorong petani untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pembangunan pertanian.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi, penguatan sinergi, dan langkah kerja yang lebih terarah di antara seluruh penyuluh pertanian Kabupaten Bulungan.
Dengan koordinasi yang semakin solid dan pendampingan yang semakin kuat, sektor pertanian di Kabupaten Bulungan diharapkan mampu tumbuh lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat petani. (Adv/jo)

Discussion about this post