BUNYU, BACAFAKTA.ID — Upaya memperkuat kapasitas dan kemandirian petani sekaligus mendorong regenerasi sumber daya manusia pertanian terus dilakukan di Kecamatan Bunyu. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui Sosialisasi Pembentukan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) yang dilaksanakan pada 24 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kristiyanto, SP., MT., Plt. Camat Bunyu, serta pengurus dan anggota Kelompok Tani Barakah dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanah.
P4S diharapkan menjadi wadah pembelajaran pertanian yang tumbuh dari masyarakat dan untuk masyarakat. Melalui kelembagaan ini, para petani dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, keterampilan, serta inovasi dalam mengembangkan usaha pertanian sesuai dengan potensi wilayah.
Kehadiran P4S juga diharapkan mampu membuka ruang bagi petani yang telah berhasil untuk mengambil peran sebagai pelaku utama sekaligus fasilitator pembelajaran. Pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan dapat dibagikan kepada petani lainnya, sehingga proses peningkatan kapasitas tidak hanya bergantung pada pelatihan dari luar, tetapi juga tumbuh dari kekuatan dan pengalaman petani itu sendiri.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kristiyanto, SP., MT., menegaskan bahwa penguatan kelembagaan menjadi salah satu kunci dalam membangun petani yang mandiri dan berdaya saing.
“P4S ini kita harapkan tidak hanya menjadi tempat pelatihan, tetapi juga menjadi ruang bagi para petani untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan inovasi. Petani yang sudah berhasil dapat menjadi sumber pembelajaran bagi petani lainnya, sehingga pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Kristiyanto.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kelembagaan petani yang kuat dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita membangun kelembagaan petani yang kuat dan mandiri. Dengan adanya P4S, kita ingin mendorong petani agar semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha, menerapkan teknologi yang sesuai dengan kondisi wilayah, serta mampu menciptakan regenerasi petani yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian,” lanjutnya.
Sementara itu, dukungan Pemerintah Kecamatan Bunyu menjadi bagian penting dalam mendorong terbentuknya P4S yang aktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi fondasi bagi berkembangnya pusat pembelajaran pertanian berbasis potensi lokal.

Pembentukan P4S di Kecamatan Bunyu diharapkan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat berlanjut menjadi kelembagaan yang aktif dalam meningkatkan kapasitas petani, mempercepat penerapan teknologi dan inovasi, serta menumbuhkan generasi petani yang adaptif dan berdaya saing.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Kecamatan Bunyu terus mendorong terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, inovatif, dan berkelanjutan. (Adv/kls)


Discussion about this post