edukata.id – Pagelaran Musik Alam Fest (MAF) 2K23 yang dijadwalkan pada September mendatang akan menghadirkan suguhan yang menarik. Tak sekedar musik sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, agenda tahunan yang digagas pemuda pemudi Kalimantan Utara (Kaltara) sejak 2017 lalu itu akan menyajikan edukasi pengelolaan limbah.
Diketahui, sampah merupakan salah satu masalah yang kerap muncul di tengah masyarakat. Terlebih jika dibiarkan tanpa penanganan yang baik. Untuk itu, perlu dikelola secara bijaksana melalui tangan-tangan kreatif sehingga bisa bernilai bahkan memberi manfaat.
Event MAF 2K23 menjadi wadah edukasi pengelolaan limbah sampah untuk didaur ulang menjadi produk kreatif. Hal itu tentu menjadi manfaat, apalagi dapat mengurangi pencemaran lingkungan.
Seperti dikatakan oleh Leader of Event MAF 2K23, Irawati Tahir, musik alam memang identik dengan menampilkan musik. Namun menurutnya, penting pula pendidikan perihal pengelolaan sampah menjadi produk kerajinan yang bermanfaat.
“Jadi tahun ini, kami tak hanya fokus soal musik maupun tarian. Tapi bagaimana kita juga bisa memberikan edukasi, dalam pengelolaan sampah agar bisa dimanfaatkan dengan baik. Seperti menjadi kerajinan tangan,” katanya, Selasa (15/8/2023).
Adanya edukasi pengelolaan limbah, sekaligus praktik daur ulang sampah, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
“Melalui pendidikan dan informasi tentang daur ulang, kita dapat membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan peran individu dalam menjaga lingkungan,” sambungnya.
Adapun yang akan dihadirkan memberikan pembelajaran perihal pengelolaan limbah adalah Agus Triyanti. Seorang perempuan yang selama ini memiliki sejumlah karya dengan memanfaatkan limbah. Dia bahkan seorang pengajar dan pembicara dalam sejumlah acara bertajuk lingkungan.
“Beliau akan hadir di musik alam dengan karyanya dari daur ulang sampah,” ujar Irawati.
Dia juga menyebutkan, bahwa perempuan kelahiran 14 Agustus 1971 itu, pernah mendapatkan penghargaan langsung dari ibu negara Iriana Jokowi, sebagai apresiasi atas konsistensi terhadap seni dan kreativitas tentang limbah.
“Beliau akan melakukan aksi membuat pernak pernik dari bahan sampah sebagai komitmen kolaboraksi dengan musik alam untuk sampah. Ada beberapa jenis sampah atau limbah yang bisa ditukar dengan tiket masuk musik alam,” jelasnya.
Sementara itu, kepada media, Agus Triyanti mengatakan bahwa sampah di suatu daerah bisa dimanfaatkan. Yakni, supaya bisa memanfaatkan sampah di lingkungan sekitar menjadi karya seni atau kerajinan.
“Masyarakat juga harus diberikan edukasi soal pengelolaan sampah ini. Sampah-sampah yang ada di sekeliling tentu bisa dimanfaatkan,” terangnya. (edu)





Discussion about this post