TANJUNG SELOR, edukata.id – Dalam upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM), pemerintah gencar melakukan kegiatan untuk mendukung percepatan penurunan stunting. Tidak terkecuali di Kalimantan Utara (Kaltara), di mana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kaltara melaksanakan sosialisasi pencegahan kehamilan dan perkawinan anak.
Hal tersebut merupakan upaya mengurangi atau mengatasi masalah yang menghambat pembangunan Nasional. Yakni dengan meningkatkan kualitas remaja dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Remaja di Indonesia, termasuk di Kaltara harus dipersiapkan untuk menjadi manusia yang berkualitas,” kata Kepala DPPPAPPKB Kaltara Burhanuddin.
Remaja merupakan generasi penerus Bangsa yang harus diperhatikan, dididik, baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Upaya membangun remaja yang sehat dan cerdas penting demi kelangsungan masa depan bangsa.
“Untuk itu, permasalahan yang tidak diinginkan pada usia remaja dan perkawinan anak merupakan suatu isu strategis dan penting. Bahkan menjadi isu dalam skala global,” jelasnya.
Mengingat masa remaja merupakan periode penting dalam siklus hidup manusia, kualitas hidup penduduk usia remaja menjadi krusial untuk jadi perhatian.
“Penting untuk mencegah kehamilan dan perkawinan anak. Hal ini perlu terus disosialisasikan, sebagai upaya mencegah stunting. Inilah bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus Bangsa yang berkualitas,” tambahnya. (adv/edu)






Discussion about this post