TANJUNG SELOR, edukata.id – Pemkab Bulungan fokus untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Hal ini dilakukan seiring hadirnya Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan.
Bupati Bulungan, Syarwani mengungkapkan bahwa para petani di Bulungan saat ini dihadapkan dengan tantangan yang memerlukan perubahan mindset atau paradigma agar memiliki motivasi yang tinggi dalam pengembangan pertanian.
“Inflasi di wilayah ini dapat diatasi dengan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat melalui produk pertanian lokal, walaupun saat ini kebutuhan tersebut masih tergantung dari luar Bulungan,” kata Syarwani, Jumat (5/4).
Menurutnya, salah satu penyebab utama inflasi di Bulungan adalah alur distribusi barang dari Berau dan Samarinda yang selama ini menjadi wilayah pemasok kebutuhan pokok masyarakat Bulungan. Ia berharap bahwa kondisi ini dapat mendorong petani Bulungan untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut.
“Tahun 2022, inflasi di Bulungan cukup tinggi yaitu 9,75 persen (peringkat kedua tertinggi nasional). Namun, pada 2023 angkanya dapat diturunkan secara signifikan,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, Pemda Bulungan telah mencanangkan beberapa wilayah untuk menghasilkan produk unggulan pertanian. Salah satunya, di wilayah Tanjung Palas Utara yang dilakukan budidaya bawang merah.
“Program jalan tani yang terus dikerjakan dengan kerja sama antar Pemda dengan Korem 092/Maharajalila, khususnya wilayah Sajau Hilir dan Tanjung Palas Utara yang dicanangkan sebagai sentra penghasil padi,” ungkapnya.
Syarwani berharap dua kecamatan di wilayah timur dan utara di Bulungan dapat menjadi penyalur kebutuhan beras di daerah. Tahun ini, diproyeksikan akan ada sekitar 2.000 tenaga kerja yang akan masuk di KIHI. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan membangun ekosistem pemenuhan suplai kebutuhan pokok yang dapat memotivasi para petani.
“Teknis pertanian menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian yang lebih paham, namun Pemda dapat membawa produk pertanian Bulungan ke kawasan industri,” ujarnya.
Saat ini, petani dapat menjual hasil pertanian ke pasar lokal, namun tantangan baru muncul di masa depan. Dari informasi yang diterima Pemda Bulungan, diperkirakan pada tahun ini akan ada investasi sekitar Rp 39 hingga Rp 50 triliun yang akan masuk di KIHI.
“Ini diharapkan dapat menjadi peluang bagi petani Bulungan untuk memasarkan hasil produksinya dan meningkatkan ekonomi lokal,” harapnya.
Selain pertanian, Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan telah berupaya meningkatkan produksi peternakan ayam di Tanjung Selor, tetapi masih terkendala oleh pasokan pakan yang sering tersendat dan bergantung pada Berau dan Tarakan.
“Masalah terkait produksi peternakan ayam ini perlu segera diselesaikan,” pungkasnya. (edu)






Discussion about this post