• Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
Menu
  • Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
SEPUTAR KALTARA (KALIMANTAN UTARA)
Search
Close

Home » Serangan Senyap Virus ASF Bisa Punahkan Populasi Babi di Kaltara

Serangan Senyap Virus ASF Bisa Punahkan Populasi Babi di Kaltara

by
10 April 2021
in Kaltara
A A
58
VIEWS
PostTweetSendScan

KALTARAINFO.COM – Balai Karantina Pertanian Klas II Tarakan, Kalimantan Utara, menggelar sosialisasi bahaya virus African Swine fever (ASF) atau disebut juga virus flu babi Afrika, di Kantor BKP Tarakan wilayah Bandara, Jalan Mulawarman, Jumat kemarin (9/4).

Acara dihadiri langsung Kepala BKP Tarakan, Akhmad Alfaraby dengan melibatkan para jurnalis media cetak, elektronik dan online. Santai dengan penuh keakraban dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Akhmad Alfaraby menjelaskan virus tersebut merupakan penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

Pada Februari lalu, kata Akhmad Alfaraby, virus ASF dilaporkan telah menyerang tiga distrik berbeda di Sabah, Malaysia, yaitu Pitas (Kudat), Beluran (Sandakan) dan Kota Marudu (Kudat).

“Kami berharap teman-teman media dapat menyampaikan informasi ini kepada masyarakat karena sudah ada ditemukan di Sabah, terakhir di Tawau,” ujarnya, Sabtu (10/4).

Walau populasi babi di Kaltara tak terlalu banyak, namun bisa berpengaruh pada penyediaan daging babi di Kaltara. Belum ada obat maupun vaksin untuk mencegah penyakit ASF, hanya penerapan biosecurity yang mampu mencegah. Pengawasan lalu lintas babi dan produknya.

“Daerah perbatasan perlu diwaspadai. Jangan sampai masuk dan merugikan peternakan babi di Kaltara.  Virus ini pernah terjadi di Sumatera Utara dan beberapa daerah di Indonesia dengan tingkat kematiannya cukup besar,” ujarnya.

Salah satu ciri-ciri ASF pada babi, yakni demam tinggi, kehilangan nafsu makan, muntah, diare, pendarahan pada kulit dan organ.

Kemudian, perubahan warna kulit menjadi ungu, abortus pada babi bunting, ada juga yang menunjukan radang sendi dan akhirnya mati. Meski tak menjangkit manusia akan tetapi manusia bisa menjadi pembawanya.

READ  10 Ribu Warga Kota Tarakan Dapat Sambungan Air Gratis

“BKP Tarakan mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan setiap komoditas tumbuhan maupun hewan sebelum di-lalulintaskan, ” imbuhnya.(BAL).

Tags: Akhmad AlfarabyBalai Karantina Pertanian Kelas II TarakanKepala BKP TarakanTarakanvirus flu babi Afrika
Previous Post

Banjir Kiriman Ganggu Aktivitas Warga Tanjung Selor

Next Post

Berkaca Negara Selandia Baru Dalam Memerangi Terorisme

Next Post

Berkaca Negara Selandia Baru Dalam Memerangi Terorisme

Situasi evakuasi kapal muatan CPO tenggelam/Net

Kapal Tenggelam di Laut Kaltim, CPO Tumpah Berserakan, 1 ABK Hilang

Banjir melanda Kecamatan Sembakung. Sumber foto dokumen: Istimewa

Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang Diperkirakan Masih Guyur Kaltara

Jemaah Haji Bisa Ditunda Lagi, Jokowi Harus Lobi Raja Arab Saudi

Bupati Minta PGRI Tingkatkan Mutu Pendidikan Bulungan

Discussion about this post

Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | Perlindungan Wartawan

© 2025 BacaFakta.id - Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
logo bacafakta
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Internasional
  • Perspektif
  • Edukasi
  • Hiburan
  • Komunitas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pesona
  • Tekonologi