edukata.id – Mega proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) diproyeksikan menjadi pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara. Diketahui, PLTA itu akan dibangun oleh PT Kayan Hydro Energy (KHE), yang memanfaatkan area sepanjang Sungai Kayan dan terdiri atas 5 bendungan dengan 5-6 unit turbin pembangkit tiap bendungannya.
Dalam upaya mendorong percepatan pembangunan PLTA Kayan, Pemkab Bulungan melaksanakan analisa. Bahkan melakukan verifikasi data, profil dan informasi kegiatan dari investor terkait progres pembangunannya, hingga melihat langsung perkembangan di lapangan.
Melalui proses analisa itu, PT KHE dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Bahkan, dikatakan oleh Wakil Bupati (Wabup) Bulungan Ingkong Ala, pihaknya belum menerima masterplan. Untuk itu, dia meminta PT KHE segera menyerahkan dokumen tersebut kepada pemerintah daerah.
“Sampai saat ini KHE belum menyerahkan masterplannya kepada Pemda Bulungan. Sehingga progres pembangunan PLTA itu, belum bisa kita persentasekan,” ujarnya, Selasa (30/1/2023).
Selain itu, dia juga meminta pihak perusahaan menyampaikan laporan berkala. Sehingga pemkab bisa mengetahui setiap perkembangan pembangunan di lapangan.
“Saya minta investor atau perusahaan yang mengerjakan agar serius melaksanakan pembangunan PLTA, dan melaporkan progres pembangunnya di sana,” tegas wabup.
Di samping itu, dia juga mengemukakan masalah pembebasan lahan. Dia menyebutkan, hal itu masih menjadi kendala bagi perusahaan. Khususnya berkaitan dengan negosiasi antara pemodal dengan masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa ikut terlalu dalam. Diharapkan ada bukti keseriusan dari perusahaan, berpartisipasi kepada masyarakat setempat. Semakin cepat progresnya , semakin cepat masyarakat menerima manfaatnya,” jelas Ingkong Ala.
Selain melihat langsung kondisi di lapangan, Ingkong Ala bersama tim juga menerima presentasi dari pihak perusahaan. Diketahui, pembukaan lahan untuk bendungan PLTA akan dilakukan dengan metode pengeboman yang akan melibatkan aparat keamanan. Metode ini biasa digunakan dalam pembukaan lahan untuk bendungan maupun pertambangan. (edu)






Discussion about this post