TANJUNG SELOR – PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) mendapat Penghargaan Zero Accident Award 2024 dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziyah.
Piagam penghargaan diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang dalam rangkaian acara Seminar Pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perusahaan, Kamis (12/9/2024).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Utara, Haerumuddin menjelaskan, PT PKN diganjar penghargaan tersebut, atas komitmen perusahaan. Termasuk karena berhasil mempertahankan nihil kecelakaan kerja selama tiga tahun berturut – turut.
“Perusahaan yang sudah tiga tahun berturut – turut nihil kecelakaan kerja, diberikan penghargaan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Karena Pak Gubernur adalah wakil pemerintah pusat di daerah, beliau yang menyerahkan piagam dari Ibu Menteri,” kata Haerumuddin.
Dia mengapresiasi raihan yang telah diraih oleh salah satu perusahaan di Energi Nusa Mandiri (ENM) Group tersebut. Ia berharap prestasi ini bisa terus dipertahankan sepanjang tahun.
“Penghargaan yang sekarang diterima karena berhasil zero accident dari tahun 2021, 2022 dan 2023, penghargaannya diberikan tahun ini,” ujarnya.

Di samping prestasi di dalam pengelolaan K3, PT PKN diaminkan menjadi perusahaan tambang yang banyak berkontribusi bagi masyarakat di Kalimantan Utara, khususnya di Kabupaten Bulungan.
“Ada namanya hubungan saling isi, simbiosis mutualisme yang benar-benar dapat berjalan antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar lingkungan kerja mereka,” bebernya.
Direktur Operation PT PKN, Nattapon Ngamphol mengungkapkan, nihil kecelakaan kerja sudah dipertahankan perusahaan dalam tujuh tahun berakhir. PT PKN disebut memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait K3 yang harus dipatuhi seluruh karyawan.
“Kami sangat komitmen dengan zero accident, kami punya SOP berupa sistem manajemen keselamatan pertambangan yang harus ditaati semua karyawan tanpa terkecuali,” kata Nattapon.
Sistem manajemen keselamatan pertambangan merangkum sistem yang menyangkut manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Secara teknis, setiap departemen memiliki SOP masing-masing yang mengacu pada sistem tersebut.
“Kita tidak akan membiarkan ada kelalaian yang membuat kecelakaan bisa terjadi. Setiap departemen memiliki SOP dan harus dijalankan seluruh karyawan. Itulah yang menjadi kunci tercapainya target tanpa accident,” ujarnya. (edu)






Discussion about this post