TANJUNG SELOR, edukata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, mengapresiasi penerapan teknologi tepat guna alias TTG. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Koperasi dan UKM pada Disperindagkop dan UKM Bulungan, Murtinah, terkait penerapan mesin pemotong kerupuk singkong semi otomatis dan pengolahan gula singkong alternatif (glucosweet) ramah diabetes di Desa Apung oleh tim dosen di Universitas Kaltara (Unikaltar).
Dia menerangkan, bahwa Disperindagkop Bulungan mendukung upaya peningkatan kapasitas mitra usaha kerupuk singkong melalui penerapan teknologi pemotong kerupuk semi otomatis tersebut.
“Teknologi ini dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas produk, sehingga dapat bersaing lebih baik di pasar,” katanya belum lama ini.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan memfasilitasi mitra usaha dalam mendapatkan izin Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi halal. Termasuk juga peningkatan mutu dan daya saing produk di pasar.
“Jadi kami akan mendampingi seluruh proses perolehan izin PIRT dan sertifikasi halal, agar produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan dan kehalalan yang ditetapkan. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih yakin terhadap kualitas produk kerupuk singkong lokal,” terangnya.
Adapun dikatakan oleh Dosen Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Unikaltar sekaligus Ketua Tim Pelaksana Pengabdian, Fitrah Pangerang menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan industri pangan lokal melalui penerapan teknologi tepat guna.
“Tentu penerapan teknologi tepat guna kita manfaatkan sebagai upaya meningkatkan efisiensi produksi kerupuk singkong, serta pemanfaatan singkong sebagai sumber pangan lokal,” jelas Fitrah.
Fasilitasi sekaligus hibah peralatan, disebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa. Yakni, dalam mengembangkan potensi singkong sebagai komoditas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi.
“Melalui mesin pemotong kerupuk semi otomatis, para pengusaha kerupuk diharap dapat meningkatkan kapasitas produksi dengan efisiensi waktu dan tenaga. Selain itu, inovasi pengolahan singkong menjadi gula cair dan serbuk. Diharapkan dapat menciptakan produk baru yang bernilai jual tinggi, menjadi alternatif yang lebih murah dan sehat dibandingkan gula tebu,” tambahnya menuturkan. (adv/red)






Discussion about this post