edukata.id – Berkaitan dengan terbitnya Inpres Nomor 03 Tahun 2023 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) telah mengusulkan sejumlah ruas jalan untuk bisa mendapat penanganan cepat.
Suheriyatna mengatakan, sesuai informasi yang disampaikan Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP, Pemprov melalui Surat Gubernur H Zainal Arifin Paliwang Nomor: 600.1.8/0828/pupr-perkim/gub, pada 9 Maret 2023 telah melayangkan surat ke Pusat melalui Kementerian PUPR RI.
Beberapa ruas jalan yang masuk dalam usulan, di antaranya jalan pendekat ke Kawasan Industri (Tanjung Selor – Tanah Kuning), jalan menuju Mentarang, jalan di Nunukan, serta ruas jalan perbatasan.
“Ada dua ruas jalan perbatasan menuju kantong produksi kegiatan ekonomi yang diusulkan pak Yansen. Ini sesuai prioritas. Di antaranya ruas Binuang – Long Padi, Long Padi – Long Rungan, serta Long Bawan – Lembudud,” imbuhnya.
Ditambahkan, beberapa PSN (proyek strategis nasional) di Kaltara mendapat perhatian serius dari pusat. Selain kawasan industri, juga pembangunan PLTA Mentarang, sebagai pendukung IKN (ibukota negara) Nusantara.
“Kita sangat bersyukur, beberapa dari program prioritas kita mendapat dukungan penuh dari pusat. Ditambah lagi dengan keluarnya Inpres ini, yang akan memperkuat infrastruktur di Kaltara,” imbuhnya.
Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2023, tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah. Inpres yang ditandatangani per 16 Maret 2023 ini, menginstruksikan kepada beberapa kekementerian, termasuk pemerintah daerah.
Patut disyukuri oleh masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara). Dalam Inpres ini, lagi-lagi Kalimantan Utara masuk dalam salah satu wilayah yang disebut sebagai daerah yang diinstruksikan untuk dilakukan percepatan peningkatan konekfitas jalannya.
Ada 4 daerah yang secara khusus disebut dalam Inpres ini. Yaitu Morowalu, Konawe, Weda Bay dan Tanjung Selor.
“Tanjung Selor masuk dalam Inpres ini, karena Inpres sebelumnya, yaitu Kota Baru Mandiri. Kemudian juga ada akses proyek strategis nasional di Kaltara. Seperti kawasan industri, juga PLTA,” ungkap Suheriyatna.
Suheriyatna yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR-Perkim Kaltara ini mengungkapkan, salah satu ruas jalan yang berpotensi mendapat alokasi kegiatan peningkatan sesuai Inpres tersebut, adalah jalan penghubung dari Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor menuju kawasan industry di Tanah Kuning-Mangkupadi. (edu)






Discussion about this post