TANJUNG SELOR, Bacafakta.id – Program MADYA, yang merupakan satu di antara 15 program prioritas Pemkab Bulungan, dibuka langsung oleh Bupati Syarwani, S.Pd., M.Si, didampingi Wakil Bupati Kilat, A.Md. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bulungan Riyanto, S.Sos., Rektor Universitas Kaltara (Unikaltar) Dr. Didi Adriansyah, S.T.P., M.M, anggota DPRD Andika, serta para Kepala Perangkat Daerah dan Camat.
Dalam sambutannya, Bupati Syarwani menyampaikan rasa bangga melihat generasi muda Bulungan hadir dan berkontribusi langsung dalam membangun kabupaten.
Bupati menegaskan bahwa peluncuran MADYA adalah wujud komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi peran generasi muda.
“Ini bukan hanya sekedar tagline, ini bukan hanya sekedar program prioritas yang hanya muncul dan tertulis di dalam dokumen RPJMD. Namun ini adalah merupakan pekerjaan kita semua, pekerjaan bersama kita untuk mengimplementasikannya,” ujar Bupati.

Bupati Syarwani meyakini, anak-anak muda adalah aset dan kekuatan utama Kabupaten Bulungan. Oleh karena itu, program MADYA dipastikan benar-benar implementatif dan langsung bersinggungan dengan apa yang menjadi harapan serta kebutuhan generasi muda di Bulungan.
Bupati Syarwani mengaitkan peran pemuda melalui MADYA dengan arah pembangunan daerah yang besar, termasuk rencana pembangunan lima koridor di Bulungan. Salah satunya adalah Koridor Barat (Pangan Berkelanjutan).
“Pemkab Bulungan telah bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk membangun kawasan cepat tumbuh yang melibatkan 10 desa di Kecamatan Peso. Kami berharap anak-anak muda ikut terlibat melalui teman-teman MADYA yang tersebar di minimal 74 desa ,” katanya.
Kemudian kata bupati berkaitan dengan Ketahanan Pangan (Jaminan Pasar): Bupati juga menyampaikan komitmennya untuk menjamin hasil produksi pertanian lokal.
“Saya akan membuat sebuah kebijakan bagaimana salah satu konsumsi beras dari Sajau Hilir itu diserap dan dikonsumsi oleh ASN Kabupaten Bulungan dalam langkah menjamin kepastian pasar,” tegasnya.
Komitmen ini diperkuat dengan adanya jaminan hasil produksi pertanian melalui alokasi APBD minimal Rp 1 miliar per tahun yang akan dieksekusi pada 2026.
Selanjutnya berkaitan dengan keterlibatan di Kawasan Industri yang ada di Kecamatan Tanjung Palas Timur. Bupati mengakui tantangan untuk menyerap tenaga kerja lokal. Ia mengungkapkan bahwa diperlukan peningkatan kapasitas dan kompetensi warga lokal, salah satunya melalui pelatihan bahasa Mandarin yang sudah diberikan kepada 80 anak Bulungan.
“Peluang itu terbuka, tidak hanya kita bekerja di dalam kawasan, tapi kita juga bisa mengambil manfaat dari kegiatan-kegiatan di luar kawasan,” imbuhnya.
Di akhir sambutan, Bupati Syarwani berpesan kepada generasi muda untuk menjadikan MADYA sebagai wadah pemersatu karena mereka adalah bagian besar dari kekuatan Bulungan ke depan.
“Saya, bersama dengan Pak Wakil Bupati, paling lama 10 tahun. Kami ini sama halnya dengan kalau di dunia kerja, sama dengan istilah outsourcing,” candanya.
Namun, pesan utamanya adalah memastikan keberlanjutan pembangunan di Bulungan sesuai dengan kebutuhan seluruh komponen, terutama generasi muda.
“Semoga kegiatan kita dapat berjalan sesuai rencana dan dapat memberikan dampak yang positif kepada Kabupaten Bulungan dan masyarakat secara keseluruhan,” tutupnya.(DKIP_BULUNGAN)






Discussion about this post