KALTARAINFO.COM –
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta pemerintah daerah dihimbau untuk membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) menjelang masuk musim penghujan. Bagi warga yang tinggal di perbukitan dengan tingkat kemiringan 30 derajat, maka harus ekstra waspada. Apabila memungkinkan, lakukan evakuasi dini demi menyelamatkan jiwa masyarakat.
” Pemeriksaan terhadap daerah aliran sungai juga perlu dilakukan. Material yang menyebabkan penyumbatan harus segera dibersihkan. Keterlibatan pihak lain untuk membangun sinergitas yang berkesinambungan, ” ujar Doni Monardo, Kepala BNPB Pusat
dalam rapat koordinasi penanganan penanggulangan bencana di Posko Kantor Gubernur, Kupang, NTT, Sabtu (10/4).
Menurut Mantan Danjen Kopassus ini, badai siklon tropis Seroja menyebabkan sejumlah kawasan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami cuaca ekstrem seperti angin kencang, banjir bandang, dan gelombang pasang. Perlu adanya upaya langkah antisipatif untuk mengurangi dampak dari cuaca ekstrem.
Tidak sedikit warga yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor dikarenakan tinggal di kaki bukit. Daerah aliran sungai juga terkadang dijadikan pemukiman bagi warga.
“Hal ini berdampak pada penyumbatan aliran sungai, dengan begitu akan membentuk tanggul alami dan berpotensi menyebabkan banjir bandang, ” kata Doni.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) per Kamis (8/4) pukul 20.00 WIB mencapai 163 orang, 45 hilang, 132 luka-luka, dan 20.929 orang mengungsi.
Rincian korban meninggal dunia, yaitu sebanyak 71 warga Kabupaten Flores Timur, 27 warga Kabupaten Alor, enam warga Kabupaten Malaka, dan satu warga Kabupaten Sikka. Kemudian, sebanyak 43 warga Kabupaten Lembata, tiga Kabupaten Kupang, enam warga Kota Kupang, dua warga Kabupaten Sabu Raijua, dua warga Kabupaten Rote Ndao, satu warga Kabupaten Ngada, dan satu warga Kabupaten Ende.
“Secara keseluruhan untuk NTT korban meninggal sebanyak 163 orang, dan 45 orang hilang,” ujar Kepala BNPB Doni Monardo dalam konferensi pers virtual, Kamis (8/4).
Guna meringankan beban warga, BNPB melalui Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan telah mengirimkan ribuan paket bantuan, termasuk makanan siap saji sebanyak 1.002 paket, makanan tambahan gizi 1.002 paket, makanan lauk pauk 1.002 paket, selimut 3.000 lembar, sarung 2.000 lembar, alat tes cepat antigen 10 ribu unit, masker kain 1.000 lembar, dan masker medis 1.000 lembar.
Bantuan tersebut dibawa langsung oleh Doni beserta anggotanya yang bertolak ke Flores Timur pada Senin pagi. Sisanya dikirimkan secara bertahap pada hari yang sama menggunakan ekspedisi udara.
“Bersama dengan pesawat juga ada barang-barang logistik yang dibutuhkan seperti selimut, makanan siap saji, hingga obat-obatan,” ucapnya.|||






Discussion about this post