• Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
Menu
  • Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
SEPUTAR KALTARA (KALIMANTAN UTARA)
Search
Close

Home » Otsus Papua Dibutuhkan Lembaga Independen Takut Tuhan

Otsus Papua Dibutuhkan Lembaga Independen Takut Tuhan

by
20 Mei 2021
in Kaltara
A A
Usulan pembentukan badan independen

Usulan pembentukan badan independen

10
SHARES
65
VIEWS
PostTweetSendScan

KALTARAINFO.COM – Sejak 20 tahun pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, masih memiliki masalah.

Realisasi penyerapan Otsus belum dirasakan oleh masyarakat Papua sampai tingkat terendah mengakibatkan masih rendahnya kesejahteraan masyarakat di Papua.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Dance Yulian Flassy menegaskan pentingnya dibentuk lembaga independen agar dana Otsus yang selama ini digelontorkan oleh pemerintah bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

Pembentukan badan independen diusulkan masuk dalam revisi Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua.

“Perlu lembaga independen yang takut Tuhan, harus ada dalam revisi UU (Otsus Papua-red) ini. Yang takut Tuhan. Badan ini akan bertugas mengawasi implementasi Otsus Papua,” tegas Dance Yulian Flassy saat menghadiri audiensi MPR for Papua di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Dance menambahkan badan independen untuk memastikan pelaksanaan berbagai macam kebijakan yang dirasakan langsung masyarakat.

Dance tak mengingingkan kembali terulang realisasi penyerapan Otsus Terutama, dana Otsus. Amendemen harus membawa perbaikan terhadap implementasi Otsus Papua.

“Revisi UU Otsus ini harus benar-benar (berpihak) kepada orang Papua, kebijakan siluman setop,” ujarnya.

Ketua Pansus Revisi UU Otsus Papua Komarudin Watubun menyampaikan usulan pembentukan badan independen.

Sebab, ada ego sektoral yang timbul akibat pengawasan maupun implementasi dilakukan banyak kementerian/lembaga.

“Ego sektoral ini membuat koordinasi pembangunan Papua memakan waktu sehingga, kebijakan pembangunan kesejahteraan masyarakat berjalan lambat, ” katanya.

Previous Post

Pejuang Legendaris Dagestan Imam Shamil “Jika Napoleon adalah percikan perang, maka Imam Syamil adalah tiang apinya” ( bagian 2 habis)

Next Post

Menyibak Kebenaran Irman Gusman Dipuji Ketua DPD RI

Next Post
Peluncuran buku Irman Gusman digelar berbarengan dengan Webinar Kebangkitan Nasional

Menyibak Kebenaran Irman Gusman Dipuji Ketua DPD RI

BPBD Kabupaten Tanah Bumbu Evakuasi Warga  Rumahnya Terdampak Banjir.

Banjir di Kaltara. (Ist)

Tanjung Selor Dikhawatirkan Terima Banjir Kiriman Hari Ini

Kunjungan Kerja Gubernur Zainal A Paliwang dan Yansen TP ke salah satu daerah. (Dokumen)

Zainal-Yansen Kian Nyata Bawa Perubahan Kaltara, Gak Percaya? Ini Buktinya

Zainal-Yansen

Kaltara Dapat Suntikan Investasi Rp180 Triliun dari Perusahaan Australia

Discussion about this post

Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | Perlindungan Wartawan

© 2025 BacaFakta.id - Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
logo bacafakta
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Internasional
  • Perspektif
  • Edukasi
  • Hiburan
  • Komunitas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pesona
  • Tekonologi