Bantaeng, Sulawesi Selatan, Bacafakta.id — Di bawah rindangnya pepohonan kakao yang berbuah lebat, rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan melangkah pelan menyusuri kebun milik kelompok tani binaan di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Aroma tanah basah dan hamparan buah kakao yang menggantung di batang-batang tua menjadi latar perjalanan belajar yang penuh inspirasi.
Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting bagi Dinas Pertanian Bulungan, yang tengah mendorong kebangkitan komoditas kakao sebagai salah satu unggulan perkebunan daerah.

Rombongan di komandoi langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Bulungan, Kristiyanto, disambut hangat oleh perwakilan Pemkab Bantaeng dan para petani kakao yang selama ini dikenal sebagai pionir inovasi perkakaoan di Sulawesi Selatan.
Menyelami Resep Sukses Kakao Bantaeng
Tujuan rombongan Bulungan jelas dan terarah, mengambil pengetahuan langsung dari daerah yang telah terbukti sukses. Ada tiga fokus utama yang dipelajari:
Pertama, Teknologi dan Budidaya Modern. Para petani Bantaeng mempraktikkan teknik budidaya yang konsisten: pemangkasan tepat waktu, pemupukan berimbang, hingga manajemen hama terpadu. Dalam sesi lapangan, tampak para petani menjelaskan faktor-faktor yang membuat kebun mereka tetap produktif meski pohon telah berumur.
Kedua, Manajemen Kelompok Tani yang Solid, dimana Rombongan juga mendalami bagaimana kelompok tani di Bantaeng membangun kelembagaan yang kuat—mulai dari permodalan, pembagian tugas, hingga jejaring pemasaran.
Ketiga, Pengolahan Pascapanen Bernilai Tinggi
Yang paling menginspirasi adalah keberhasilan Bantaeng dalam mengelola fermentasi kakao. Proses ini menjadi kunci utama kualitas, menjadikan biji kakao mereka lulus standar ekspor dan mendapat harga lebih tinggi di pasar internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kristiyanto menegaskan pentingnya belajar langsung dari para praktisi lapangan.
“Bantaeng ini contoh nyata bahwa dengan manajemen yang baik, kakao bisa menjadi komoditas bernilai tinggi. Bulungan punya potensi lahan yang luas, dan melalui kunjungan ini kami ingin memastikan bahwa petani kita bisa menerapkan teknik yang terbukti berhasil, terutama dalam fermentasi,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa keberhasilan tidak hanya datang dari teknologi, tetapi dari kekompakan petani.
“Kami melihat bagaimana petani di sini saling mendukung. Kekuatannya ada pada kebersamaan. Ini yang ingin kami bawa pulang ke Bulungan,” tambahnya.
Suasana Kebun: Lapang, Teduh, dan Penuh Cerita
Di sela kunjungan, Kristiyanto bersama rombongan, tampak berdiskusi langsung dengan petani Bantaeng sambil menunjuk buah-buah kakao yang menggantung rendah. Rombongan lainnya menyimak, ada yang memotret, mencatat, bahkan mencoba mengetuk buah untuk memastikan kematangannya.
Suasana itu menjadi pengingat bahwa ilmu pertanian sering kali lebih mudah dipahami lewat sentuhan langsung.

Langkah Lanjutan untuk Bulungan
Sepulang dari Bantaeng, Dinas Pertanian Bulungan telah menyiapkan sejumlah rencana konkret yakni.
Pelatihan fermentasi untuk penyuluh dan petani.
Pengadaan bibit kakao unggul yang terbukti adaptif.
Revitalisasi kebun tua melalui peremajaan, pemangkasan, dan GAP.
Penguatan kelembagaan kelompok tani.
Kristiyanto menegaskan bahwa tindak lanjut ini penting untuk masa depan kakao Bulungan.
“Kami ingin Bulungan tidak hanya menjadi daerah penghasil, tetapi juga daerah yang menghasilkan kakao berkualitas tinggi. Kunjungan ini adalah langkah awal menuju itu,” ungkapnya.
Menatap Masa Depan Kakao Bulungan
Kunjungan ke Bantaeng bukan sekadar perjalanan dinas, tetapi perjalanan mencari inspirasi. Dengan semangat belajar dan kemitraan antar daerah, Bulungan kini berada di jalur yang tepat untuk mengangkat kakao sebagai komoditas unggulan di Kalimantan Utara.(idh).






Discussion about this post