TANJUNG SELOR, edukata.id – Salah satu program yang terus digalakkan oleh TNI adalah ketahanan pangan. Diketahui, Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA), sehingga perlu pengelolaan yang baik untuk meningkatkan potensi yang dimiliki.
Tidak terkecuali di Kalimantan Utara (Kaltara), di mana TNI Angkatan Laut (AL) turut mendorong peningkatan ketahanan pangan. Di sela kedatangannya di Tanjung Selor, Bulungan, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Dr. Ferry Supriady, menyempatkan diri berkunjung di salah satu pusat pengelolaan kakao milik PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN).
Perusahaan yang beroperasi di Bulungan tersebut, memang memiliki program pemberdayaan di bidang perkebunan kakao. Tidak hanya mendampingi dari sisi hulunya, tapi juga melakukan pengembangan dengan mengelola kakao menjadi cokelat kemasan yang saat ini sudah dipasarkan.
“Kami optimis ke depan, bahwa ketahanan pangan di Kaltara bisa semakin baik. Apalagi setelah melihat proses pengelolaannya, ini bisa jadi produk khusus dari Kaltara yang bisa dikembangkan,” kata Ferry Supriady usai diajak berkeliling di Pabrik Cokelat PAK milik PT PKN tersebut, Sabtu (32/8/2024).
Danlantamal didampingi istri, tampak antusias melihat bahan baku kakao dan proses pengelolaan menjadi cokelat. Kepada media, dia mengungkapkan bahwa yang dilakukan oleh perusahaan yang tergabung dalam Energi Nusa Mandiri (ENM) Group itu patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi perusahaan lainnya.
“Potensi perkebunan dikembangkan, dan yang dilakukan oleh PT PKN ini sudah betul. Mengelola potensi, sehingga ini bisa mengangkat ekonomi setempat. Membantu para petani untuk terus bisa berkembang,” tuturnya.

TNI AL turut mendukung setiap kegiatan yang dapat meningkatkan ketahanan pangan. Tidak hanya pada satu komoditas, namun bisa diperluas dengan komoditas lainnya.
“Kaltara ini lahannya gambut, banyak potensi yang bisa dikembangkan. Tidak hanya kakao, tapi bisa kopi, bisa buah-buahan, dan yang lainnya. Selama ini salah satu penyangga pangan kita dari Sulawesi. Ke depan, kita harus bisa lebih baik lagi dari sisi ketahanan pangan,” harapnya.
Sementara itu, Eksternal Relation Manager PT PKN Iwan Suryatno menyambut baik kunjungan rombongan TNI AL. Menurutnya, upaya peningkatan ketahanan pangan perlu mendapat perhatian banyak pihak.
“Jadi sebenarnya kita hari ini dalam rangka ‘provokasi’ semua stakeholder, agar bagaimana perkebunan kakao menjadi pembicaraan atau obrolan menarik. Untuk mengangkat petani kita. Karena kalau sudah ditengok kalangan atas, ini akan menjadi program menyeluruh sehingga bisa tuntas,” terangnya.
Untuk itu, lanjutnya, fokus PT PKN adalah terus memperbanyak produksi kakao di Bulungan. Harapannya ke depan, ketika kakao Bulungan semakin diminati oleh pasar hingga dari luar daerah, ketersediaan bahan baku dapat dipenuhi.
“Karena menjadi kekhawatiran kita, ketika sudah bisa bersaing di hilirisasi, kita tidak punya cukup suplai untuk bahan baku. Untuk itu penting terus fokus melakukan pendampingan, sehingga hulunya juga bisa terus berkembang,” tuntasnya. (edu)






Discussion about this post