Bulungan, Bacafakta.id – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperkuat komitmen menuju pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Fokus Grup Discussion (FGD) Rencana Aksi Daerah (RAD) Perkebunan Berkelanjutan yang digelar beberapa waktu lalu, hasil kolaborasi Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), dan Universitas Borneo Tarakan (UBT).
FGD ini dihadiri langsung oleh Bupati Bulungan, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan, serta melibatkan unsur akademisi, perangkat daerah, dan berbagai mitra strategis pembangunan. Kehadiran para pemangku kepentingan lintas sektor ini menjadi sinyal kuat bahwa arah pembangunan perkebunan di Bulungan tidak lagi berjalan parsial, melainkan berbasis kolaborasi dan kesepahaman bersama.
Dalam forum tersebut, Dinas Pertanian menegaskan bahwa penyusunan Rencana Aksi Daerah Perkebunan Berkelanjutan merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan. Mulai dari isu produktivitas lahan, kesejahteraan pekebun, hingga perlindungan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.
FGD ini difokuskan pada upaya menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan sekaligus merumuskan kesepakatan bersama dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bulungan. Dengan adanya kesepahaman tersebut, diharapkan kebijakan dan program yang dijalankan ke depan memiliki arah yang selaras dan saling menguatkan.
Bupati Bulungan dalam arahannya menekankan pentingnya pembangunan perkebunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Menurutnya, sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara bijak dan berkelanjutan.
Sementara itu, keterlibatan Yayasan Konservasi Alam Nusantara memberikan perspektif penting terkait praktik perkebunan ramah lingkungan dan perlindungan ekosistem. YKAN menilai bahwa keberlanjutan sektor perkebunan hanya dapat tercapai apabila perencanaan pembangunan mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan konservasi alam.
Dari sisi akademik, Universitas Borneo Tarakan turut memberikan kontribusi pemikiran berbasis riset dan data ilmiah. Akademisi menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti (evidence-based policy) dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah, agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan berdampak jangka panjang.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari perangkat daerah dan mitra pembangunan. Sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari penguatan kelembagaan pekebun, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga integrasi program perkebunan dengan kebijakan pembangunan daerah lainnya.
Melalui FGD ini, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap Rencana Aksi Daerah Perkebunan Berkelanjutan yang disusun nantinya tidak hanya menjadi dokumen perencanaan semata, tetapi benar-benar menjadi panduan operasional dalam mewujudkan sektor perkebunan yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
FGD Rencana Aksi Daerah ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan Bulungan ke depan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, dan mitra strategis lainnya. Dengan kolaborasi yang solid, visi besar pembangunan daerah diyakini dapat terwujud secara lebih terarah dan berkelanjutan.(idh).






Discussion about this post