TANJUNG SELOR, edukata.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas dan wawasan bagi Forum Anak Daerah (FAD) di Kaltara di Kota Tarakan.
Pada Hari Kamis (12/09/2024), para peserta disuguhkan materi terkait Leadership dan Public Speaking. Yaitu dalam rangka penguatan dan pengembangan Lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak.
Materi tersebut menghadirkan narasumber seorang psikolog bernama Dr. Resekiani Mas Bakar, S.Psi., M.Psi. Dalam upaya meningkatkan kapasitas FAD, para peserta diberikan pemahaman soal mindset yang terdiri dari dua tipe.
Pertama adalah Growth Mindset. Memiliki pemikiran bahwa kegagalan adalah kesempatan untuk tumbuh. Tantangan membantu untuk tumbuh. Usaha dan sikap menentukan kemampuan. Umpan balik bersifat membangun, terinspirasi oleh orang lain, gigih dalam mengatasi rintangan, ingin meningkatkan kecerdasan atau bakat.
Kedua yaitu Fixed Mindset. Memiliki pemikiran bahwa kegagalan terjadi karena batas kemampuan. Tidak menyukai hal yang menantang. Kemampuan yang dimiliki tidak akan pernah berubah. Potensi yang dimiliki sudah ditentukan sebelumnya. Merasa terancam oleh kesuksesan orang lain, menghindari kerja keras, dan ingin membuktikan kecerdasan atau bakat.
“Terkait public speaking dalam presentasi. presentasi yang sukses jika dapat meyakinkan audiens tentang informasi yang disampaikan,” jelas narasumber.
Tanda-tanda kekaguman audiens, di antaranya pusat perhatian tertuju pada presentator; Tersentuh secara kognitif dan behavioral; Audiens mengikut informasi presentator; Audiens memandang presentator berwibawa dan terhormat; Audiens terpikat dan terpesona.
Adapun fondasi dasar presentasi adalah, mempersiapkan diri (berkaitan dengan manajemen emosi). Lalu membuat sasaran penyajian (sasaran penyajian mencakup maksud, tujuan dan target diadakannya presentasi). Selain itu, mengenali calon pendengar (menyadari bahwa setiap orang berbeda). Kemudian mempersiapkan rencana penyajian (harus menyiapkan rencana penyajian presentasi).
Terakhir, memilih dan memilah sumber materi, mempraktikkan presentasi (apa yang harus dimasukkan dan apa yang harus disingkirkan, apa yang harus disampaikan jika ingin mencapai tujuan, serta apakah ada cara terbaik untuk mengatasi hal tersebut).
“Dalam menyampaikan presentasi harus dengan bahasa tubuh yang positif yaitu berdiri dengan tegak tapi rileks, Gerakan tangan yang sesuai, dan tersenyum,” tambahnya. (adv/edu)






Discussion about this post