• Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
Menu
  • Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
SEPUTAR KALTARA (KALIMANTAN UTARA)
Search
Close

Home » KPK Geledah Kantor Suap Pajak di Kalsel Tapi Tak Temukan Bukti, Kok Bisa Sih

KPK Geledah Kantor Suap Pajak di Kalsel Tapi Tak Temukan Bukti, Kok Bisa Sih

by
11 April 2021
in Nasional
A A
(Dewas KPK memberhentikan secara tidak hormat seorang pegawai KPK berinisial IGAS. Foto: Net

(Dewas KPK memberhentikan secara tidak hormat seorang pegawai KPK berinisial IGAS. Foto: Net

40
VIEWS
PostTweetSendScan

KALTARAINFO.COM – KPK tidak menemukan bukti saat menggeledah dua lokasi terkait kasus dugaan suap Ditjen Pajak di Kalimantan Selatan (Kalsel), salah satunya di kantor PT Jhonlin Baratama.

Dugaan adanya kebocoran info penggeledahan mencuat dari berbagai pihak. Dewan Pengawas (Dewas) KPK buka suara. Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean meminta info dugaan adanya kebocoran info harus diusut.

“Ya, harus diusut,” kata Tumpak, Sabtu (10/4).

Tumpak mengatakan dibutuhkan informasi awal terlebih dahulu mengenai dugaan kebocoran ini, termasuk siapa yang membocorkan.

“Namun tentunya perlu ada informasi-informasi awal tentang siapa yang membocorkan,” ujar Tumpak.

Dugaan adanya kebocoran info itu disebut oleh Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM), Zaenur Rohman. Dia mengatakan kebocoran informasi bisa saja terjadi.

“Misalnya ada yang menduga informasi bocor, ya memang kebocoran informasi sangat mungkin terjadi. Apakah itu yang menjadi penyebab? Saya tidak tahu, tapi yang namanya proses hukum bahwa kebocoran informasi itu sesuatu yang sangat mungkin terjadi,” ujarnya.

Dia mengatakan KPK harus melakukan evaluasi mengapa tak ada bukti yang ditemukan di lokasi itu. Menurutnya, jeda waktu penggeledahan satu tempat dengan tempat lain yang terlalu lama bisa memicu informasi bocor.

“Kalau dilihat dari kasus dugaan suap pajak ini memang sepertinya terdapat jeda waktu yang cukup panjang, antara penggeledahan di satu tempat dan tempat lain, dan ini menjadi pertanyaan Pukat mengapa terdapat jeda waktu yang panjang. Sehingga, ketika dilakukan penggeledahan, tidak ditemukan bukti apa pun,” katanya.

Sumber: detik.com

Tags: dewas kpkKalselKPKPT Jhonlin Baratamasuap Ditjen Pajak
Previous Post

Buruh Malaysia dan Petani WNI Edar Sabu Dibekuk Polisi Nunukan

Next Post

Mulai Puasa Hari Ini, Jemaah An-Nadzir Gowa: Kebiasaan Kita

Next Post

Mulai Puasa Hari Ini, Jemaah An-Nadzir Gowa: Kebiasaan Kita

Operasi pekat ini sesuai peraturan Daerah nomor 9 tahun 2012 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat

Prostitusi Berkedok Salon Dimasuki Petugas, Ada Anak di Bawah Umur Tanpa Pelanggan

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Net

Lee Hsien Loong Segera Izinkan Perawat Muslim Kenakan Hijab

Kunjungan Kerja Gubernur Zainal A Paliwang dan Yansen TP ke salah satu daerah. (Dokumen)

Gaya Kepemimpinan Zainal-Yansen Perlu Dicontoh Secara Nasional

Dibesut Soekarno Dihilangkan Jokowi

Discussion about this post

Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | Perlindungan Wartawan

© 2025 BacaFakta.id - Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
logo bacafakta
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Internasional
  • Perspektif
  • Edukasi
  • Hiburan
  • Komunitas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pesona
  • Tekonologi