• Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
Menu
  • Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
SEPUTAR KALTARA (KALIMANTAN UTARA)
Search
Close

Home » Komoditas Unggulan Jadi Kunci Pembangunan Terpadu IAD Lanskap Kayan di Bulungan

Komoditas Unggulan Jadi Kunci Pembangunan Terpadu IAD Lanskap Kayan di Bulungan

by BacaFakta.id
26 Juni 2025
in Kaltara, Nasional
A A
35
VIEWS
PostTweetSendScan

JAKARTA, Bacafakta.id – Komoditas unggulan seperti kakao, kopi, durian, dan langsat menjadi tumpuan utama pengembangan kawasan Integrated Area Development (IAD) Lanskap Kayan di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Inisiatif ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat perhutanan sosial berbasis potensi lokal yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“IAD adalah bentuk nyata sinergi dalam pembangunan wilayah terpadu berbasis perhutanan sosial. Terobosan seperti ini yang kami harapkan muncul dari kesepakatan IAD di Indonesia,” ujar Catur Endah Prasetiani, Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam Thought Leaders Forum (TLF) ke-34 di Jakarta, Rabu (25/6/2025).

IAD Lanskap Kayan ditetapkan sebagai kawasan IAD kesembilan di Indonesia sejak Desember 2023. Dasarnya adalah Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial. Pendekatan ini mendorong pengelolaan komoditas dalam satu lanskap dengan penguatan klaster, efisiensi logistik, dan peningkatan akses pasar, serta melibatkan kemitraan multipihak atau People–Private–Public Partnership (4P) dengan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) sebagai motor utama.

Catur menegaskan, model ini mendorong peran aktif pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra lainnya dalam memperkuat ekosistem perhutanan sosial. “Tujuannya tidak lain adalah kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Tenguyun Hutanku: Semangat Lokal, Dampak Global

Bupati Bulungan, Syarwani, dalam forum yang sama menegaskan bahwa strategi pusat sejalan dengan visi daerah. “Kami punya semboyan Tenguyun Hutanku, yang dalam bahasa Bulungan berarti semangat bersama mewujudkan harapan,” katanya.

Menurutnya, semangat itu diwujudkan dalam pengelolaan IAD Lanskap Kayan yang mencakup 18 desa dengan total luas sekitar 568.182 hektare. Pemerintah daerah, bersama mitra strategis seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), telah memetakan potensi kawasan, termasuk agroforestri, silvopastura, hasil hutan non-kayu, dan ekowisata.

READ  Agar zero kasus stunting tercapai, Komisi I minta Pemkab percepat intervensi serentak

Langkah ini diperkuat oleh program Mandau Tani—Komando Strategi Pembangunan Pertanian berbasis kearifan lokal—yang mendorong pengembangan komoditas unggulan seperti kakao (634 hektare) dan kopi (308 hektare). Selain itu, desa-desa sepanjang Sungai Kayan dikenal sebagai penghasil buah-buahan tropis khas Kalimantan seperti durian, lai, duku, cempedak, dan jambu madu.

Potensi lainnya mencakup pengembangan lebah madu dan produksi minyak atsiri, yang semuanya dapat dibudidayakan di area perhutanan sosial dan Area Penggunaan Lain (APL) dalam Lanskap Kayan.

“IAD Lanskap Kayan adalah milik semua desa, baik yang memiliki sumber daya alam unggulan maupun yang tidak. Yang penting, wilayah dengan potensi jasa dan pengolahan bisa menjadi hub bagi pengembangan ekonomi desa lainnya,” jelas Bupati Syarwani.

Sinergi Pemda, Dukungan Provinsi dan LSM

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara, Nur Laila, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kabupaten Bulungan dalam pengembangan IAD Lanskap Kayan.

“Upaya ini patut diapresiasi. Kami siap mendukung dari sisi kelembagaan dan penyuluhan teknis untuk peningkatan produktivitas perhutanan sosial,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Terestrial YKAN, Ruslandi, menyoroti pentingnya peran Sungai Kayan dalam pembangunan berkelanjutan. “Sungai Kayan sepanjang 576 kilometer adalah nadi Kalimantan Utara. Dari air bersih, listrik, keanekaragaman hayati, hingga sumber kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya perlindungan lanskap Kayan bukan hanya menyelamatkan hutan, tetapi juga menggerakkan ekonomi. “Jika masyarakat merasakan manfaat dari menjaga alam, mereka akan menjadi penjaga terbaik bagi kelestariannya,” tutupnya.(Kls).

Previous Post

Rakor Administrasi Pembangunan se-Kaltara 2025: Satukan Langkah, Teguhkan Sinergi untuk Pembangunan yang Akuntabel

Next Post

Bulungan Gas Full, Bupati Bulungan Komit Dukung Swasembada Pangan!

Next Post

Bulungan Gas Full, Bupati Bulungan Komit Dukung Swasembada Pangan!

Tematik hingga Pembagian Koridor, Strategi Pemda Bulungan Fokuskan Program Pembangunan

Bupati Bulungan Terima SIWO Award II 2025 Kategori Good Governance

Keluarga Tangguh, Bangsa Kuat": Bupati Bulungan Pimpin Upacara Harganas ke-32

Sekda Tinjau Kebun Raya Bundayati: Siap Hadirkan Destinasi Wisata Baru yang Instagramable

Discussion about this post

Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | Perlindungan Wartawan

© 2025 BacaFakta.id - Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
logo bacafakta
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Internasional
  • Perspektif
  • Edukasi
  • Hiburan
  • Komunitas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pesona
  • Tekonologi