• Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
Menu
  • Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
SEPUTAR KALTARA (KALIMANTAN UTARA)
Search
Close

Home » Kekurangan dari Pemanfaatan Energi Terbarukan

Kekurangan dari Pemanfaatan Energi Terbarukan

by BacaFakta.id
8 Mei 2024
in Edukasi, Kaltara, Nasional
A A
Ilustrasi PLTA

Ilustrasi PLTA

13
SHARES
89
VIEWS
PostTweetSendScan

edukata.id – Energi terbarukan atau renewable energy adalah sumber energi yang berasal dari sumber alam. Energi terbarukan dapat diperbarui dengan kecepatan yang lebih tinggi dari tingkat konsumsinya. 

Energi terbarukan merupakan sumber energi yang tersedia oleh alam dan bisa dimanfaatkan secara terus-menerus. Contohnya adalah sinar matahari, angin, air, panas bumi, dan lain-lain. 

Istilah energi terbarukan lahir sebagai solusi dari potensi keterbatasan sumber energi tak terbarukan yang banyak digunakan. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan energi tak terbarukan secara berkepanjangan memiliki dampak negatif. Menurut itpln.ac.id, dampak negatif yang ditimbulkan dari energi tak terbarukan berasal dari produksi gas-gas berbahaya sisa oksidasi, seperti karbon dioksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida. 

Dampak negatif dari energi tak terbarukan mengganggu keseimbangan hidup, seperti merusak kualitas air, punahnya beberapa jenis makhluk hidup, dan menimbulkan masalah kesehatan pada manusia.

Hal itu kemudian mendorong pemerintah melakukan pembangunan sejumlah mega proyek yang memanfaatkan energi terbarukan. Di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) salah satunya, berencana membangun energi terbarukan hydro power atau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) di provinsi ke-34 tersebut, hydro power diproyeksikan bisa menghasilkan tenaga listrik yang sangat besar. 

Meskipun pemanfaatan energi terbarukan memiliki beragam manfaat, tetapi tetap ada beberapa kekurangan. Berikut adalah beberapa kekurangan dari pemanfaatan energi terbarukan, yaitu:

1. Tidak Tersedia Sepanjang Waktu

Sumber energi terbarukan berasal dari kekuatan alam yang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Akibatnya, ketika berada dalam kondisi cuaca buruk, teknologi energi terbarukan akan kurang berguna. Saat hujan, panel surya tidak dapat menghasilkan listrik. Ketidakpastian ini adalah kelemahan dari pemanfaatan energi terbarukan. Meskipun memiliki jumlah yang berlimpah dari alam, tetapi energi terbarukan tidak tersedia di setiap waktu atau kondisi cuaca.

READ  Soal Sungai Selor, Gubernur Kaltara Pastikan Pengerjaan Rampung 2024 Mendatang

2. Efisiensi Rendah

Setiap jenis energi membutuhkan teknologi khusus untuk dapat diubah menjadi listrik. Efisiensi perangkat konversi energi sangat penting ketika memprioritaskan sumber energi tersebut. Sayangnya, efisiensi teknologi terbarukan tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan perangkat konversi energi tradisional. Salah satu contohnya adalah efisiensi panel surya yang tersedia di pasar sekitar 15 persen dan 20 persen. Di sisi lain, teknologi tradisional yang menggunakan batu bara atau gas alam dapat mencapai tingkat efisiensi masing-masing mencapai 40 persen dan 60 persen.

3. Biaya Awal Tinggi

Dilansir greenmatch.co.uk, biaya awal energi terbarukan relatif tinggi dan tidak terjangkau. Proses pembuatan dan pemasangan perangkat energi terbarukan juga mahal, seperti panel surya. Akibatnya, pemerintah harus menyisihkan anggaran cukup besar untuk membantu teknologi dari energi terbarukan tetap tumbuh dan berkembang melalui hibah panel surya atau cara lain.

4. Situs Energi Terbarukan Membutuhkan Banyak Ruang

Saat memanfaatkan energi dari alam, pemerintah dan masyarakat membutuhkan banyak ruang. Kebutuhan ini menyebabkan banyak masalah untuk situs energi terbarukan. Pemanfaatan energi terbarukan menggunakan lebih banyak lahan daripada pembangkit listrik tradisional.

5. Perangkat Energi Terbarukan Membutuhkan Daur Ulang

Pemanfaatan listrik dari sumber energi terbarukan menghasilkan tingkat polusi yang lebih rendah. Namun, perangkat terbarukan takluk pada beberapa kekhawatiran karena pembuatan dan proses pembuangan mengeluarkan polusi. Misalnya, sel surya akan gagal bekerja baik setelah beberapa waktu sehingga perlu ada proses pembuangan. Namun, teknologi ini dapat menghasilkan racun sehingga perlu ada upaya proses daur ulang. (tpo/edu)

 

Previous Post

Dewan Evaluasi soal Mutu Pekerjaan, Perencanaan Perlu Lebih Matang

Next Post

Bahama Resmi Akui Palestina sebagai Negara

Next Post
Ilustrasi Bendera Palestina (Foto: Getty Images/iStockphoto/Joel Carillet)

Bahama Resmi Akui Palestina sebagai Negara

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara pada upacara pembukaan Forum Sabuk dan Jalan (BRF), untuk memperingati 10 tahun Inisiatif Sabuk dan Jalan di Aula Besar Rakyat di Beijing, 18 Oktober 2023. (REUTERS/Edgar Su)

Pelantikan Putin sebagai Presiden Rusia, Ini Respons dari AS dan Negara-negara Eropa

Zainal A Paliwang bersama Ingkong Ala saat berada di Sekretariat DPD Hanura dalam agenda pengembalian formulir pendaftaran, Rabu (8/5/2024)

Peluang Berpasangan, Zainal – Ingkong Kompak “Mengalir”

Gelar Lomba Kreativitas Komunitas Belajar, Bupati: Guru Harus Melek Teknologi

Wujudkan Bulungan Berdaulat Pangan, Bupati Intervensi Peningkatan Infrastruktur Penunjang Pertanian

Discussion about this post

Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | Perlindungan Wartawan

© 2025 BacaFakta.id - Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
logo bacafakta
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Internasional
  • Perspektif
  • Edukasi
  • Hiburan
  • Komunitas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pesona
  • Tekonologi