• Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
Menu
  • Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
SEPUTAR KALTARA (KALIMANTAN UTARA)
Search
Close

Home » Kawasan Industri Hijau Terbesar Dunia akan Dibangun di Kaltara

Kawasan Industri Hijau Terbesar Dunia akan Dibangun di Kaltara

by
9 Mei 2021
in Kaltara
A A
Luhut Binsar Pandjaitan. (Ist)

Luhut Binsar Pandjaitan. (Ist)

55
VIEWS
PostTweetSendScan

KALTARAINFO.COM – Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Indonesia akan segera memiliki kawasan industri hijau terintegrasi berbasis hydropower.

Proyek itu akan dibangun di Kalimantan Utara (Kaltara). Dia menyebut kawasan industri ini akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia, dengan luasan mencapai 12.500 hektare.

Dia juga menyebutkan kawasan industri hydropower ini berpotensi menghasilkan listrik sebesar 11.000 mega watt (MW).

Luhut tak menjelaskan dengan detail dan rinci lokasi kawasan industri terintegrasi ini. Yang jelas dia mengatakan kawasan ini akan mulai groundbreaking tahun ini.

“Kita akan memiliki integrated industry berbasiskan hydropower di Kalimantan Utara. Ini adalah satu integrated industry yang mungkin paling besar di dunia, karena luasannya 12.500 hektar. Groundbreaking akan dilakukan di sini, di situ kira-kira akan ada 11 ribu MW yang akan digunakan,” kata Luhut, belum lama ini.

Luhut mengatakan kawasan industri ini dikembangkan demi menggenjot penggunaan energi baru terbarukan demi mengejar target zero emission.

Pemerintah sendiri menargetkan akan meninggalkan energi fosil, dan menargetkan zero emission di tahun 2060.

“Dengan sumber EBT yang berlebih pemerintah mau memanfaatkannya guna melistrikkan industri produksi hijau green product yang tengah dikembangkan. Demi masa depan cerah bagi generasi penerus, pemerintah mau capai target zero net emission 2060,” ujar Luhut.

Sejauh ini, dilansir dari detikcom, Minggu (9/5), di Kalimantan Utara sedang dikembangkan unit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas yang besar.

Total kapasitas PLTA Kayan sebesar 9.000 MW yang artinya secara keseluruhan menelan biaya US$ 20,7 miliar-US$ 24,3 miliar. Proyek ini didanai oleh Powerchina.

Powerchina telah menandatangani Perjanjian Pengembangan Bersama untuk PLTA Hydropower 1-5 dengan PT Indonesia Kayan Hydropower Energy Co. Ltd di Sungai Kayan pertengahan 2019 yang lalu.

Previous Post

Ingin Bulungan jadi Lumbung Padi Terbaik, Zainal: Kalau Lebih Kita Ekspor

Next Post

Soal Bipang Ambawang, Fahri Hamzah: Dapur Presiden Nggak Beres

Next Post
Presiden Joko Widodo. Foto: Istimewa

Soal Bipang Ambawang, Fahri Hamzah: Dapur Presiden Nggak Beres

Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Idul Fitri Kamis 13 Mei 2021

Ilustrasi bentrokan antara aparat keamanan Israel dan warga Palestina. (Reuters)

Indonesia Kecam Kekerasan Israel ke Warga Palestina di Al-Aqsa

Polisi Israel menyerang Jamaah Muslim. (Ist)

Malaysia dan Tokoh Islam Pakistan Mengutuk Keras Israel

Kunjungan Kerja Gubernur Zainal A Paliwang dan Yansen TP ke salah satu daerah. (Dokumen)

Patut Diacungi Jempol, Zainal-Yansen Bangun Kaltara sampai Desa

Discussion about this post

Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | Perlindungan Wartawan

© 2025 BacaFakta.id - Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
logo bacafakta
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Internasional
  • Perspektif
  • Edukasi
  • Hiburan
  • Komunitas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pesona
  • Tekonologi