edukata.id – Di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), diketahui terdapat tambahan 10 Proyek Strategis Nasional (PSN) baru. Termasuk adanya perubahan nomenklatur beberapa PSN, di mana hal itu menjadikan provinsi ke-34 ini optimis menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia Timur, khususnya Kalimantan.
Apalagi, adanya Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning – Mangkupadi, yang lebih dulu masuk PSN. Berikut program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) baik di Sungai Kayan, Bulungan maupun Sungai Mentarang, Bulungan.
Anggota Tim Pemantau Evaluasi (TPE) PSN dari Kementerian PUPR RI, Suheriyatna mengaku optimis, terlebih dia ikut terlibat dalam rancangan 11 program prioritas infrastruktur di Kaltara pada 2017 lalu. Menurutnya, program itu akan terwujud 20 Tahun usai penyusunan program itu.
Di mana progresnya, beberapa dari 11 prioritas tersebut sudah mulai dilaksanakan. Seperti di antaranya pengembangan kawasan industri, kota baru mandiri, pembangunan konektivitas jalan serta PLTA.
“Bahkan dengan masuknya PLTA Mentarang, bersama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dalam tambahan 10 PSN Baru yang beberapa waktu dirilis Pemerintah, membuat kita semakin optimis. Dalam waktu 15 tahun ke depan atau sekira tahun 2037, 11 prioritas tersebut akan terwujud,” katanya.
Dengan terwujudnya 11 infrastruktur yang menjadi prioritas tersebut, Suheriyatna optimis Kaltara akan menjadi pusat kekuatan ekonomi baru Kalimantan.
“Apalagi dengan adanya PLTA, yang akan menjadi sumber energi untuk men-support ke IKN Nusantara. Bahkan ke daerah-daerah lain. Dari ini saja, Kaltara akan mendapat pendapatan daerah Rp7 triliun setiap tahun,” jelasnya.
Belum lagi dengan telah berjalannya kawasan industri nanti. Kaltara akan menjadi pusat kekuatan ekonomi yang akan menopang IKN Nusantara.
“Bahkan saya optimis pada 2037 mendatang, ekonomi Kaltara akan melampaui Kaltim, Kalbar dan provinsi lain di Kalimantan,” tandasnya.
Rentan waktu tersebut memang masih relatif lama. Namun yang perlu dipikirkan sekarang adalah untuk masa depan Kaltara, untuk generasi mendatang.
“Mungkin di tahun tersebut, kita tidak menikmati, tapi ini untuk anak cucu kita, untuk generasi kita di Kaltara,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR-Perkim Kaltara itu.
Seperti diketahui, ada 11 program prioritas pembangunan infrastruktur di Kaltara yang didengungkan sejak 2017 lalu. Gagasan itu muncul dari pemikiran beberapa stakeholder terkait di lingkup Pemerintah Provinsi Kaltara. Dengan melihat potensi, hingga posisi strategis provinsi perbatasan ini.
“Kita optimis bakal bisa bangun semuanya, karena dari pemicu roda ekonomi sudah dimulai. Yaitu PLTA Kayan, Mentarang (Malinau) dan Sembakung, yang terintegrasi dengan Kawasan Industri Tanah Kuning-Mangkupadi yang sekarang on progres. Dan Kawasan Industri Bebatu yang juga kita rencanakan, Selain itu, juga ke IKN,” bebernya.
Agar rencana pembangunan tersebut tetap sesuai jalur, menurutnya, perlu tahapan yang diurai secara jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Disebutkan, hampir semua telah dituntaskan mulai pembuatan grand design proyek dan dokumen perencanaan, untuk jangka pendek.
Begitu pun untuk jangka menengahnya, Suheriyatna mengatakan, dengan melakukan pengusulan penganggaran ke pemerintah. Langkah-langkah tersebut sejauh ini telah ditempuh dan disupport pusat, dengan memasukkannya dalam PSN.
Sebelumnya juga diberitakan, LTA Mentarang dalam proyek strategis nasional bersama IKN. Hal ini, tertuang dalam Keputusan Menteri Koordinator Ekonomi (Kepmenko Ekonomi) Nomor 21 Tahun 2022, yang ditandatangani Menko Ekonomi Airlangga Hartarto pada 22 Desember 2022 lalu.
“Alhamdulillah, ini sangat luar biasa, karena sudah terstruktur dukungan Pemerintah Pusat. Hampir semua program besar telah direspons dengan dasar hukum untuk mengundang APBN masuk. Artinya ‘Negara hadir di Kaltara’ untuk infrastruktur dasar. Saya menjadi semakin optimis, Insya Allah membangun Kaltara 20 tahun dapat tepat terlaksana,” tuturnya.
Ia menambahkan, masih ada lagi target ke depan yang harus disiapkan untuk masuk dalam PSN. Yaitu program Food/Rice Estate di Kabupaten Bulungan dan Nunukan. Termasuk pengembangan kawasan Delta Kayan seluas 50.000 hektare sebagai kawasan pertambakan udang dan Ikan di Kaltara. (edu)






Discussion about this post