edukata.id – Organisasi tempat berhimpunnya para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) telah resmi dilantik. Diketuai oleh Muhammad Purnomo Susanto, pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Malinau dilantik pada Hari Rabu (32/7/2024) di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau.
Dengan mengusung tema, ‘Kepemimpinan Kolaboratif Kader Ummat dan Kader Bangsa Menyongsong Kabupaten Malinau Maju Sejahtera’, pelantikan MD KAHMI Malinau juga dirangkaikan dengan seminar kebangsaan
Hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut, sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya, pakar politik sekaligus peneliti di Badan Riset Nasional (BRIN) Prof Siti Zuhro, Wakil Gubernur Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan dan Bupati Malinau Wempi W Mawa.
Bersama para tokoh tersebut, MD KAHMI Malinau mengulas sejumlah isu strategis nasional dan Kaltara. Seperti dikatakan Ketua MD KAHMI Malinau, Muhammad Purnomo Susanto, saat ini merupa momen yang tepat membahas sejumlah isu strategis. Pasalnya, tengah berada di tahapan Pilkada 2024 di mana perlu menyampaikan aspirasi terhadap berbagai problematika di Kaltara, khususnya Malinau.
“Kita perlu bicara sejumlah isu strategis di daerah. Seperti data berapa jumlah tenaga kerja yang terserap dan yang sudah bekerja. Serapannya masih minim, pemerintah daerah juga sudah melakukan beberapa hal untuk peningkatan kapasitas tenaga kerja itu melalui pelatihan dan lainnya. Hanya perlu didorong untuk lebih serius untuk peningkatan kapasitas sumber daya yang ada di Malinau,” terang Purnomo.
Melihat arah kebijakan pemerintah pusat mengenai pengembangan kawasan dan akan bergesernya Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim), Kaltara sendiri memiliki segenap potensi. Salah satunya Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang berlokasi di Mentarang Induk Kabupaten Malinau.
“Sehingga lewat momentum ini kita juga mengundang siswa kelas 3 SMA yang sudah pada mau lulus. Itu kan untuk mempertanyakan komitmen kepada para pejabat, kan ada Wakil Gubernur yang hadir, Bupati Malinau juga hadir untuk menyampaikan bagaimana kebijakan mereka ke depan,” tutur Ipung – sapaan akrab Ketua MD KAHMI Malinau.
Lebih jauh, hadirnya PSN di Malinau, diharapkan akan membawa dampak positif bagi serapan tenaga kerja di Malinau. Adanya PSN juga menjawab isu ketenagakerjaan yang menjadi isu nasional. Sehingga, kehadiran PSN di Malinau menjadikan kabupaten berjuluk Bumi Intimung ini mendapat manfaat bonus demografi.
“Mereka (siswa-siswa kelas 3) juga calon-calon pemimpin masa depan di Malinau bahkan Kaltara. Bagaimana problematika ini terpecahkan karena itu problem di seluruh daerah soal tenaga kerja itu. Biasanya orang-orang di daerah itu malah tersingkir dengan orang dari luar, bagaimana mereka ini bisa berdaya saing kita mau tahu langkah-langkah pemerintah daerah ini seperti apa,” jelasnya.
Sebagai informasi, selain pelajar, seminar kebangsaan ini juga dihadiri oleh forkopimda, OPD, hingga tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, dan ormas. (edu)






Discussion about this post