edukata.id – Perayaan Piala Dunia 2022 Qatar tidak hanya menyisakan cerita tentang olahraga sepakbola. Salah satu pemandangan menarik perhatian usai laga final Argentina vs Prancis, adalah saat penyerahan trofi Piala Dunia.
Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani memberi Lionel Messi jubah tradisional Arab alias bisht, sesaat sebelum kapten tim nasional Argentina itu mengangkat trofi.
Jubah berwarna hitam itu dikenakan oleh Messi sebagai tanda kehormatan saat mengangkat trofi. Hal itu dikemukakan pula oleh Wakil presiden Michael E. DeBakey High School di Qatar, Susan Borden.
“Ketika Emir suatu negara memberikan bisht kepada Anda, memakaikan itu dengan tangannya sendiri, itu adalah kehormatan tertinggi yang diberikan kepada warga sipil,” kata Borden dalam unggahannya di LinkedIn.
Banyak pihak di dunia maya juga ikut membela Qatar. Hal tersebut disampaikan, menyikapi kritikan dari sejumlah media barat seperti The Mirror, The Telegraph, hingga Presenter BBC.
Beberapa netizen yang mendukung Qatar mengatakan,sikap Sheikh Tamim merupakan bentuk sang pemimpin itu memberikan penghargaan luar biasa kepada Messi.
“Ini merupakan sesuatu yang tidak akan kalian mengerti kecuali kalian membersihkan hati kalian dari rasa benci.” tulis netizen.
Sebagai informasi, seperti dikutip dari Independent, dosen studi Islam di University of Exeter, Dr Mustafa Baig menuturkan, bisht adalah jubah formal yang dikenakan oleh keluarga kerajaan dan pejabat.
Bisht juga biasanya dipakai oleh calon pengantin pria pada hari pernikahan dan wisudawan pada upacara wisuda.
“Jadi hanya beberapa orang terpilih yang benar-benar bisa memakai bisht,” ujar Baig.
Lalu, dalam konteks pemberian bisht ke Messi, Baig menyebut Qatar bermaksud memberi hormat kepada kapten Argentina itu.
“Mereka pada dasarnya menghormatinya dengan meletakkannya di atas bahunya. Ini seperti tanda kehormatan dan semacam sambutan budaya, serta penerimaan budaya. Maksud saya, mungkin tidak ada kesempatan yang lebih besar, jadi mereka menjadikannya sebagai tanda kehormatan,” terangnya.
Selain itu, lanjutnya, bisht juga mewakili pakaian nasional Qatar, tetapi hanya pada acara-acara penting.Dengan Messi yang mau memakai bisht, Baig menyebut hal ini merupakan sebuah tanda penerimaan terhadap budaya setempat.
Dia juga mengatakan, bisht merupakan pakaian yang lebih diasosiasikan dengan negara-negara Teluk dan tidak umum di semua negara Arab. (edu)






Discussion about this post