TANJUNG SELOR, edukata.id – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terus berjalan. Saat ini, para pasangan calon (Paslon) tengah melakukan kampanye, untuk menarik suara para pemilih.
Namun demikian, kurang dari satu bulan ke depan, pesta demokrasi di daerah berada pada tahap puncak, yakni pemungutan suara. Tepat pada tanggal 27 November 2024, masyarakat di penjuru negeri, termasuk di Kabupaten Bulungan, akan melakukan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bulungan periode 2024-2029.
Menjelang pelaksanaan hari pencoblosan, maka sangat perlu diwaspadai penyebaran berita hoax di kalangan masyarakat. Pasalnya, informasi yang tidak benar, dapat menjadi provokasi antara satu dengan yang lainnya.
Hal itu menjadi atensi Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bulungan, Haerumuddin. Dia mengatakan berita hoax merupakan informasi yang sengaja dibuat-buat atau direkayasa untuk menutupi informasi yang sebenarnya. Jika berita hoax tidak di telaah dengan baik, maka akan menimbulkan kegaduhan yang dapat menyebabkan perpecahan.
“Harus waspada berita hoax jelang pemungutan suara. Berita hoax itu adalah informasi yang sengaja dibuat-buat atau direkayasa untuk menutupi informasi yang sebenarnya,” katanya.
Dia menegaskan, sebagai pembaca yang bijak sangat perlu sekali untuk mengetahui seperti apa berita hoax dan bukan. Untuk itu, ia menyarankan agar masyarakat dapat mengecek fakta dari berita yang beredar.
“Jangan langsung percaya dengan berita yang beredar. Lebih baik periksa faktanya, sebelum menyebar luaskan. Karena situasi saat ini, tentu akan di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebar berita hoax. Apalagi saat ini momen Pilkada,” tutupnya. (adv/edu)






Discussion about this post