MALINAU, KALTARAINFO – Pembangunan gedung Madrasah Tsanawiah (MTs) Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khairat Malinau , Desa Teluk Sanggan telah dimulai. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut oleh Wakil Bupati (Wabup) Malinau, Jakaria di kompleks Ponpes Al Khairat Malinau pada Senin (21/6).
Jakaria mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau akan membantu percepatan proses pembangunan gedung MTs Ponpes Al Khairat Malinau. “Rencananya, Pemkab Malinau akan mengupayakan memasukkan usulan pembangunan pesantren ini ke dalam Bankeu (Bantuan Keuangan) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara),” kata Jakaria.
Diuraikannya juga, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut telah sesuai dengan program pemerintah daerah. Utamanya, dalam hal penggalian dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Kita semua akan bersama-sama memperjuangkan pembangunan gedung sekolah MTs ini sehingga ponpes ini dapat beroperasi dan akhirnya dapat meningkatkan kualitas SDM di Malinau. Ini sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah peduli akan hal tersebut,” ucapnya.
Menilik hal tersebut, upaya pengembangan peran Ponpes Al Khairat Malinau tak berhenti sampai pada terbangunnya gedung tersebut. Tapi juga, penting bagi pengurus ponpes untuk mengembangkan pembelajarannya hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Insya Allah Pemkab Malinau akan mengambil bagian dan sebelumnya pemerintah juga sudah mengambil bagian atas usulan pembangunan dari pondok ini. Semoga apa yang direncanakan hari ini, dapat berjalan dan terselesaikan sesuai dengan target yang sudah ditetapkan,” paparnya.
Terpisah, Ketua Panitia Pembangunan Gedung MTs Ponpes Al Khairat Malinau, Muhammad Fadli menuturkan bahwa gedung yang akan dibangun tersebut memiliki luas 9 x 27 meter dengan 3 ruang belajar. “Untuk anggarannya, hasil swadaya secara bertahap baik materi, material hingga tenaga serta bantuan hibah dari pemerintah daerah. Kami sebagai panitia, siap mempertanggungjawabkannya,” ulasnya.
Untuk saat ini, anggaran yang tersedia sekitar Rp 100 juta. Sedangkan untuk material bangunannya, yang tersedia diantaranya batu bata, besi dan lainnya yang sebagian besar adalah sumbangan dari para donatur. “Untuk merealisasikan gedung secara keseluruhan, sesuai perencanaan dari konsultan perencana itu, sekitar Rp 714 juta untuk 3 ruangan. Itu belum termasuk meubelernya,” paparnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan gedung ini ditargetkan selesai pada Desember tahun ini (termasuk masa tenggang). “Saat ini, untuk pembelajaran itu, Ponpes Al Khairat Malinau memiliki 2 sekolah. Yakni, MDA (Madrasah Diniyah Al Khairat) dan MTs. Untuk MTs, pembelajarannya menggunakan ruang kelas MDA sebanyak 4 ruangan. Jadi, MDA proses belajar-mengajarnya ditiadakan. Jika ruang kelas MTs selesai dibangun, insya Allah MDA akan kembali diaktifkan kegiatan pembelajarannya,” tutupnya.(MH/KI)






Discussion about this post