TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Yansen Tipa Padan, merupakan salah satu nama yang masuk dalam bursa calon kepala daerah pada Pilkada Kaltara 2024. Seiring dengan tahapan yang tengah berjalan, dia kian mematangkan langkah menuju kursi nomor satu di provinsi ke-34 ini.
Setidaknya total sudah ada tujuh partai politik, termasuk Partai Demokrat yang dijajakinya. Lalu enam partai politik lainnya adalah PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hanura, serta yang terakhir Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Ditemui awak media usai mengembalikan berkas pendaftaran di Kantor DPW PPP Kaltara, Yansen mengatakan partai-partai yang diajak berkoalisi merupakan partai yang memiliki visi dan misi yang sama yakni untuk membangun Kaltara. Termasuk PPP yang merupakan partai terakhir tempatnya mendaftar.
“Secara batiniah, kita sudah memiliki pikiran yang sama. Bagaimana membangun Kaltara ini. Kami sudah pernah susah bersama dengan PPP dan mendapat dukungan. Ini keinginan kita untuk berjuang bersama-sama,” katanya, Selasa (14/5/2024).
Disinggung soal sosok pendamping di Pilkada Kaltara, Yansen mengakui masih berproses. Ia juga tak mau gegabah dalam memilih sosok wakil yang akan mendampinginya dalam Pilkada 2024 nanti. Menurut dia, masih ada waktu untuk memikirkan sosok figur wakil gubernur.
Mengenai latar belakang figur idaman berasal dari partai politik ataupun di luar partai, Yansen hanya menjawab masih terus berproses.
“Yang pasti sudah ada beberapa nama. Tapi semuanya masih berproses. Apakah dari partai atau di luar partai, namun pada dasarnya nanti akan tergabung dalam partai,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan, sosok wakil gubernur yang akan mendampinginya tentu yang diharapkan akan sejalan dengannya. Bahkan, kepiawaiannya dalam memilih wakil sudah dibuktikan saat ia menjabat sebagai Bupati Malinau dua periode. Ia mencari sosok wakil yang bisa menemaninya dalam membangun Kaltara.
“Saya pernah memilih wakil yang menemani saya selama sepuluh tahun. Jadi saya tidak bisa berandai-andai. Wakil itu kan bukan seremonial dan bukan normatif. Tapi kita pilih yang memang memiliki itikad sama dalam membangun Kaltara,” tegasnya. (edu)






Discussion about this post