edukata.id – Penyusunan kabinet di era pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat ini masih terus diperbincangkan. Sejumlah pihak memprediksi kabinet Prabowo-Gibran bakal diisi oleh orang-orang berlatar belakang politisi. Meski terdapat sejumlah posisi strategis yang kemungkinan besar tak akan diemban oleh kalangan lainnya.
Dalam proses perumusan itu, Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara (Kaltara), Hasan Basri ikut angkat bicara. Dia mengatakan, bahwa terdapat beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh para menteri. Terutama yang berintegritas, pasalnya hal itu dinilai cukup penting.
“Seseorang yang memiliki integritas itu sama halnya dengan etika, ketika diamanahkan dapat menjalankannya dengan baik. Nama-nama yang direkomendasikan oleh partai politik (parpol) tetaplah harus dikroscek ulang terlebih dulu,” katanya.
Hasan Basri menjelaskan, integritas juga dapat di-tracking dengan cara melihat rekam jejak alias track record. Misalnya kandidat menteri harusnya yang tidak pernah terlibat kasus korupsi atau yang lainnya.
“Bisa bekerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), karena mereka pasti memiliki track record para pejabat,” jelas pria yang juga menjabat Dewan Pembina KADIN Kaltara ini.
Selain itu, lanjutnya, nama-nama yang akan masuk dalam jajaran kabinet nantinya diharapkan memiliki kapasitas sebagai leadership atau pemimpin. Bukan seseorang yang hanya mengiyakan semua masukan tanpa harus pertimbangan-pertimbangan saat mengambil kebijakan.
“Ketepatan dan kecepatan dan mengambil keputusan itu juga bagian dari leadership, sehingga hal ini sangat diperlukan dalam menentukan pengisi kabinet Prabowo-Gibran,” sambungnya.
Terakhir Hasan Basri menerangkan, bahwa yang diperlukan juga seseorang yang dapat mengelola dan membangun tim yang hebat. Hal ini dinilai berpengaruh dalam kemajuan cara bekerja hingga pelayanan yang dapat diaplikasikan ke masyarakat.
“Tim di dalamnya harus terus dikembangkan, saat ini sudah banyak good government yang dibangun oleh menteri-menteri dari kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin sehingga harus dipertahankan dan dikembangkan lagi, begitu yang belum bagus dapat dilakukan perbaikan oleh menteri yang nantinya akan menjabat di era Prabowo-Gibran,” jelas Ketum PBSI Kaltara tersebut.
Hasan Basri berharap peran-peran penting di dalam kabinet Prabowo-Gibran juga dapat mengajak profesionalisme dari Kalimantan. Seperti diketahui, itu sangat dibutuhkan dalam melanjutkan roda pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim).
“Banyak tokoh-tokoh dari Tanah Borneo akademisi yang nantinya bisa membantu presiden. Sebab pembangunan IKN perlu sekali sentuhan kearifan lokal,” pungkasnya. (edu)






Discussion about this post