edukata.id – Salah satu program pemerintah lewat Badan Pangan Nasional yang gencar dilakukan adalah gerakan penganekaragaman konsumsi pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman alias B2SA.
Hal itu sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan Pasal 60. Yang menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemda berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi Pangan dengan membudayakan pola konsumsi Pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA).
Di daerah, melalui instansi terkait, terus melakukan kampanye soal makan sehat. Tidak terkecuali oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara (Kaltara). Di mana gerakan makan sehat disosialisasikan di satuan pendidikan yang tersebar di lima kabupaten/kota se-Kaltara.
“Ini merupakan kegiatan yang melibatkan ratusan siswa siswi di SMP Negeri 1 Tanjung Selor. Kegiatannya kita kemas asyik dan gembira. Harapannya sosialisasi pola konsumsi pangan B2SA ini bisa dipahami dan yang terpenting dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari,” kata Kepala DPKP Kaltara, Heri Rudiyono, dalam agenda B2SA Goes To School di SMP Negeri 1 Tanjung Selor, Rabu (15/5/2024).
Penjelasan Gerakan Konsumsi Pangan B2SA
Dikutip dari badanpangan.go.id, penganekaragaman pangan adalah upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis pada potensi sumber daya lokal.
Istilah Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Pangan beragam artinya terdapat bermacam-macam jenis makanan, baik hewani maupun nabati, sebagai sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.
Makanan yang dikonsumsi harus beragam jenisnya karena tiap makanan memiliki kandungan gizi yang berbeda sehingga kebutuhan gizi kita dapat terpenuhi.
Bergizi artinya mengandung zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tubuh. Seimbang artinya dikonsumsi secara cukup sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu dengan tetap memperhatikan proporsinya sesuai dengan Isi Piringku. Aman artinya harus bebas dari cemaran fisik, kimia, dan mikrobiologi sehingga proses pengolahan dan penyimpanan makanan harus dilakukan dengan baik.
Cara Peningkatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan
Peningkatan penganekaragaman konsumsi pangan dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya mempromosikan penganekaragaman konsumsi Pangan; Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi aneka ragam Pangan dengan prinsip Gizi seimbang; Dan, meningkatkan keterampilan dalam pengembangan olahan Pangan Lokal.
Selain itu, mengembangkan dan mendiseminasikan teknologi tepat guna untuk pengolahan Pangan Lokal. Promosi Penganekaragaman Pangan dilaksanakan dengan berbagai metode melalui berbagai media, baik media cetak, elektronik, media sosial, maupun media luar ruang.
Termasuk melakukan promosi yang dapat dilakukan melalui direct communication. Misalnya gerakan, kampanye, pameran, pilot project ataupun sarana percontohan. (edu)






Discussion about this post