• Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
Menu
  • Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
SEPUTAR KALTARA (KALIMANTAN UTARA)
Search
Close

Home » Duet Maut Sanwani dan Rafa di Mesjid Tenda At Tabayun TVM

Duet Maut Sanwani dan Rafa di Mesjid Tenda At Tabayun TVM

by
6 Mei 2021
in Kaltara
A A
16
SHARES
105
VIEWS
PostTweetSendScan

INFOJAMBI.COM – Bulan Suci Ramadhan  1442 H tinggal menghitung hari, segera berlalu. Tapi ada yang akan tinggal jadi kenangan yang mengesankan bagi jamaah Tenda Mesjid At Tabayyun di Taman Villa Meruya, Jakarta Barat. Yaitu : anak – bapak yang jadi Imam  dan “Bilal” Salat Taraweh. Duet itu : Sanwani Soehaly, SS, sang ayah dan anaknya m, Raffa Nur Sya’ bani (10 tahun).

Selama Ramadhan, sudah empat kali Salat Taraweh dan Witir di Tenda At Tabayyun dipimpin Duet ini. Kolaborasi   Imam dan Bilal sangat kompak . Di sela Salat Taraweh dan Witir, suara Raffa akan mengalun  merdu,  mengawali dengan bacaan  Qur’an sesuai tajiwidnya. Duet anak bapak ini sungguh memukau.  Akan dikenang lama oleh warga Muslim di TVM.

Tampil perdana

Sesungguhnya,  barulah di Tenda At Tabayyun, Raffa berani mentas pertama kali. Namun, sejak penampilan perdana itu, Raffa langsung merebut  perhatian jamaah Salat Taraweh. ” Lantunan suaranya bikin gemes. Bikin kita terkenang -kenang dan merindukannya, ” komentar Wiwien Soendari, Kepala Humas Panitia Pembangunan Mesjid At Tabayyun.

Keluarga Sanwani tinggal di daerah Kebon Jeruk, tepatnya di jalan Padang Sukabumi Selatan. Jaraknya beberapa kilometer dari Tenda At Tabayyun. Keduanya mencapai lokasi dengan berboncengan sepeda motor.

Raffa anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Sanwani SS dan Nurlailah, S. Pd.
Ia lahir di Jakarta, 21 Juli 2010. Kakaknya bernama Shafa Keila Wardhani dan adiknya,
Saheel Dhiya Kasyafani.

Raffa tumbuh  di lingkungan keluarga islami. Raffa mulai mempelajari khazanah keilmuan Islam seperti nahwu, shorof yang merupakan dasar tata bahasa Arab, serta mengaji Al Qur’an dan Hadits dari ayahnya yang bertugas sebagai Penghulu di KUA Kecamatan Kembangan Jakarta Barat.

READ  Manajer Bank HSBC Manipulasi Data Untuk Gugat Masjid At Tabayyun.

Terlilit ari-ari

“Proses kelahiran Baban (panggilan akrab Raffa) sangat sulit sekali, ” kenang Sanwani, Rabu (5/5) malam setelah memimpin Taraweh. Sebab,  Baban terlilit ari-ari dan plasentaprevia saat persalinan. Seperti memberi tanda tentang keistimewaan Raffa kelak.

Ada cerita juga menarik saat Raffa masih dalam kandungan. Ayahnya  bermimpi bertemu sosok seperti Sunan Kalijaga, salah satu waliyullah tanah Jawa. Dalam mimpi itu Sunan Kalijaga mengatakan ” anak ini akan lahir berkelamin laki-laki dan akan futuh dalam ilmu agama. Jadi harus dibina  secara baik oleh kedua orang tuanya”.
Keistimewaan  Raffa mulai nampak pada usia  satu tahun.
Ia sangat menyenangi pelajaran Nahwu dengan mulai membaca nadzhom Imrithi mengikuti murid-murid ayahnya yang sedang menghapal.

Seiring dengan pertumbuhannya, Raffa bersekolah di SD Al Falah Pagi, sebuah institusi pendidikan Islami yang masih mempertahankan konsep klasik pembelajaran Nahwu, Shorof, dan Hadits, serta Hifzul Qur’an.

Suara Raffa yang khas mendayu-dayu membaca lafadz Bilal pada Salat Tarawih dan Witir memberikan semangat tersendiri bagi jamaah terutama ibu- ibu. Mereka juga  gemas pada bangun  tubuh Raffa yang gempal. Serups bapaknya yang juga gempal, membuat anak bapak ini seperti pinang dibelah dua.

Sang ayah, Sanwani Soehaly, SS  kelahiran Jakarta April 1978. Dia menyelesaikan pendidikan S1 UIN Jakarta Fakultas Adab Jurusan Bahasa dan Sastra Arab pada Tahun 2003. ASN Kemenag Penghulu KUA Kembangan Jakarta Barat itu  sebelumnya pernah bekerja di bagian dokumentasi di rumah produksi Bintang Group. Setelah sekian lama bekerja ia mengundurkan diri untuk berkonsentrasi menyelesaikan studinya. Setelah lulus Sanwani kembali ke almamaternya di Bintang Group. Tetapi tidak lagi sebagai karyawan, melainkan sebagai pengisi  kegiatan Musalah At Tabayyun di Aula Kantor Bintang Group sampai sekarang.|| (IB)||

Tags: hammayoritas digenjet minoritasMesjid Tenda At TabayunTaman Villa Meruyatoleransi semutvm
Previous Post

Bupati Bulungan : Serahkan BLT di Sekatak Buji

Next Post

Rp2,5 Miliar Target Pemkot Tarakan Selama Ramadan

Next Post
Ilustrasi zakat

Rp2,5 Miliar Target Pemkot Tarakan Selama Ramadan

Zainal A Paliwang didampingi Irjen Pol Bambang Kristiyono dan Brigjen TNI Suratno.

Gubernur Zainal: Awasi Secara Ketat Pelaku Perjalanan Internasional

ilustrasi

Khairul Bolehkan Warga Mudik Dalam Satu Provinsi

Budi Karya Sumadi. (Istimewa)

Kaltara Juga Pintu Masuk Pekerja Migran, Menhub: Harus Diwaspadai

Pertemuan singkat ini berlangsung di Kantor Gubernur Kaltara. (Ist)

Bupati dan Wabup Tana Tidung Ngadu ke Zainal-Yansen, Ini Masalahnya..

Discussion about this post

Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | Perlindungan Wartawan

© 2025 BacaFakta.id - Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
logo bacafakta
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Internasional
  • Perspektif
  • Edukasi
  • Hiburan
  • Komunitas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pesona
  • Tekonologi