TANJUNG SELOR, edukata.id – Setiap hari-hari besar, harga kebutuhan pokok masyarakat pasti akan mengalami kenaikan, tak terkecuali di Kalimantan Utara (Kaltara). Namun ini sudah bukan hal yang tabu dalam hukum pasar, yang mana saat permintaan tinggi, harga barang pasti akan naik.
Seperti hari raya Idul Adha tahun ini, misalnya. Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara beberapa waktu lalu, terpantau beberapa komoditi barang sudah mengalami kenaikan harga. Namun kenaikan itu tidak signifikan.
“Waktu kami turun melakukan pengecekan ke pasar di Tanjung Selor beberapa hari lalu, harga ada bergerak sedikit. Seperti bawang, itu dari biasanya Rp 37 ribu per kilogram naik jadi Rp 39 ribu per kilogram,” ujar Achmad Djufrie, anggota DPRD Kaltara belum lama ini.
Dalam hal ini, Politisi Partai Gerindra yang juga Ketua Dewan Presidium Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Tanjung Selor tersebut tak menampik adanya kenaikan harga saat menjelang Idul Adha tahun ini. Hanya saja, ia menyebutkan kenaikan harga tersebut tidak signifikan.
“Itu naiknya hanya sekitar 2-5 persen saja. Saya rasa itu wajar dalam setiap hari-hari besar. Tapi intinya di sini semua bisa terjangkau,” tuturnya.
Pastinya, pihaknya dari lembaga legislatif Kaltara berharap kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat itu tidak terlalu tinggi dan kenaikan harga itu hanya bersifat sesaat atau hanya pada moment menjelang hari besar keagamaan ini saja.
“Semoga setelah lebaran (Idul Adha) ini harga barang di pasaran bisa turun dan normal kembali,” pungkasnya. (edu)






Discussion about this post