TANJUNG SELOR, KALTARAINFO.COM – Bekerjasama dengan Unit Layanan Strategis Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (ULS-PPID) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bulungan menggelar acara seminar atau paparan hasil kajian Peta Potensi dan Peluang Usaha di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (6/7).
Acara dilaksanakan di ruang rapat lantai 2 Kantor DPMPTSP Bulungan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Ini mengingat Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) masuk kedalam daftar 43 kabupaten/kota yang dikenakan pengetatan PPKM Mikro di luar pulau Jawa dan Bali terhitung mulai tanggal 6 Juli hingga 20 Juli 2021.
Di mana, 43 kabupaten/kota tersebut tergolong dalam assemen 4 kondisi Covid-19. Maka, selain membatasi jumlah peserta yang hadir, durasi jalannya acara juga dipersingkat.
Mengawali sambutannya, Kepala Dinas Penananam Modal Pelayanan Terpadu Satu (DPMPTSP) Kabupaten Bulungan, Jahrah, S.E, MSi yang didampingi Sekretaris DPMPTSP Chas Darmawan menyampaikan permohonan ma’af Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulungan yang seyogianya memimpin acara seminar pada pagi hari ini berhalangan hadir.
Dikatakan, penting bagi sebuah daerah memiliki peta potensi dan peluang usaha. Apalagi setiap daerah memiliki tantangan untuk bersaing dengan daerah lain lewat keunggulan-keunggulan atau potensi-potensi daerahnya dalam menarik para calon investor agar berinvestasi di daerahnya.
Di Bulungan sendiri, kabupaten dengan jumlah penduduk 151.844 orang pada tahun 2020 dan luas wilayah mencapai 13.1818,92 meter persegi (m2), memiliki banyak potensi besar dan memerlukan pemetaan agar dapat mencapai tujuan-tujuan dalam kebijakan penanaman modal.
“Kegiatan penyusunan peta potensi dan peluang usaha di Kabupaten Bulungan bertujuan tak lain untuk melakukan indentifikasi, klasifikasi, dan inventarisasi komoditas-komoditas unggulan daerah yang menjadi prioritas untuk dikembangkan di wilayah Kabupaten Bulungan. Seperti pada sektor pertanian, Usaha Kecil Mikro (UKM), pariwisata, dan pertambangan,” katanya.
Selain menjadi referensi dalam menyusun program kebijakan dan program strategis, agar percepatan pembangunan daerah pada masing-masing sektor dapat efesien menyesuaikan dengan potensi dan peluang yang ada.
Disisi lainnya kegiatan penyusunan peta potensi dan peluang usaha inilah yang nantinya menjadi acuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dalam menggaet investor berinvestasi di Bulungan. “Kita harapkan kegiatan ini dapat menjawab kebutuhan calon investor yang mengingikan informasi awal bagi pengembangan investasi di Kabupaten Bulungan,” ujar Jahrah.
Sebagai informasi, kegiatan seminar paparan peta potensi dan peluang usaha Kabupaten Bulungan dihadiri sejumlah instansi terkait diantaranya, DPMPTSP Kaltara, Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kaltara, Perekonomian dan SDA Kaltara, Dinas Perikanan Bulungan, Disperindagkop-UKM Bulungan, dan Dinas Pertanian Bulungan. (MH/KI)






Discussion about this post