TANJUNG SELOR, edukata.id – Diaspora Sembakung di Kabupaten Bulungan melaksanakan acara tolak bala yang biasa menjadi tradisi warga sembakung disetiap akhir bulan safar. Acara tersebut dimulai pukul 06.00 pagi di Tanjung Selor (13/09/2023).
Doa tolak bala di bulan Safar dapat diamalkan sebagai permohonan kepada Allah SWT agar mendapat perlindungan diri dari segala bahaya, bencana alam, hingga segala bala. Rasulullah SAW bahkan menganjurkan muslim untuk senantiasa memohon perlindungan kepada-Nya sebagaimana disebutkan dalam suatu riwayat,
عَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ
Artinya: “Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR Bukhari)
Di samping itu, firman Allah SWT dalam Al-Qur’an juga menganjurkan muslim untuk memohon pertolongan melalui doa. Salah satunya yang termaktub dalam surah Gafir ayat 60,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ
Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Ustadz Syahyanto mengatakan warga berkumpul di landmark tanjung selor untuk membaca doa tolak bala dengan tujuan mengharapkan perlindungan dari Allah SWT.
“Semoga dengan kita membaca doa tolak bala pada hari ini, kita di jauhkan dari mara bahaya dan selamat dunia akhirat dilindung Allah SWT,”
Ady mengungkapkan tolak bala adalah tradisi turun temurun yang dilakukan oleh orang Tidung.
“Tradisi tolak bala ini dilaksanakan pada saat masuk dan berakhirnya bulan safar, bulan safar bagi suku Tidung adalah bulan panas atau sering terjadinya bencana atau musibah di bulan Safar,” ungkapnya. (edu)






Discussion about this post