KALTARAINFO.COM – Dinas Perhubungan Kalimantan Utara sudah melakukan studi kelayakan supaya memenuhi syarat pengadaan jembatan timbang.
“Master Plan dan DED sudah kita persentasikan ke Kementrian Perhubungan, tetapi sampai sekarang belum ada respon dari Kementerian Perhubungan, penetapan lokasinya juga belum ada karena yang menetapkan semuanya itu dari pusat (Kemenhub), ” ujar Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan Operasi Dinas Perhubungan Kaltara, Bernat Rantetasak, Minggu (2/5).
Pada awal 2021, seluruh berkas terkait DED jembatan timbang Kaltara dikirimkan kembali atas permintaan Kemenhub, namun belum ada jawaban.
“Mungkin masih dipelajari, karena semua pembangunan tergantung dari pusat. Sebenarnya kita ada inisiatif membeli jembatan timbang portable tapi karena keterbatasan anggaran hingga tidak memungkinkan” katanya.
Direktur Lalu Lintas Polda Kaltara Kombes Pol Romdhon Natakusuma disela pembukaan Jembatan Jelarai berharap agar provinsi memiliki jembatan timbang untuk mempermudah klasifikasi berat tonase kendaraan yang dapat melalui suatu jembatan.
“Jembatan timbang untuk mengawasi serta memelihara jalan yang dibangun pemerintah, jangan sampai rusak karena tonase yang lebih dari kapasitas jalan,” katanya. (Muh/Komin)






Discussion about this post