• Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
Menu
  • Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
SEPUTAR KALTARA (KALIMANTAN UTARA)
Search
Close

Home » Di Bawah Langit Apau Kayan : Wagub Kaltara Ingkong Ala Menyapa Semangat Leluhurnya

Di Bawah Langit Apau Kayan : Wagub Kaltara Ingkong Ala Menyapa Semangat Leluhurnya

by BacaFakta.id
19 April 2025
in Kaltara
A A
47
VIEWS
PostTweetSendScan

APAU KAYAN, Bacafkata.id – Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke wilayah perbatasan, Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, menyempatkan diri berziarah ke makam leluhurnya, Raja Lencau Ingan, di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, Kamis (17/4/2025).

Didampingi putranya, Herber, serta Asisten 3 Pemprov Kaltara, ziarah ini menjadi momen emosional bagi Wagub Ingkong, mengingat sosok Lencau Ingan yang dikenal sebagai pejuang gigih melawan penjajahan Belanda di tanah Apau Kayan.

“Selama kunjungan kerja di sini, saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk berziarah ke makam kakek saya di Long Nawang,” ujar Ingkong Ala, Jumat (18/4/2025).

Ingkong menuturkan, Lencau Ingan adalah tokoh besar suku Dayak Kenyah yang berperan penting dalam menyatukan masyarakat Apau Kayan menghadapi penjajahan. Di bawah kepemimpinan Lencau Ingan, masyarakat Dayak berhasil mengusir tentara Belanda dari wilayah tersebut.

“Makam ini bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir beliau, tapi juga menjadi simbol perjuangan dan kebanggaan masyarakat Dayak Apau Kayan,” katanya.

Ziarah tersebut menjadi refleksi pribadi bagi Wagub Ingkong tentang nilai-nilai perjuangan leluhurnya, khususnya dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat di wilayah perbatasan.

Dalam keterangannya, Ingkong juga menjelaskan bahwa Lencau Ingan wafat pada Juni 1949 dalam usia sekitar 98 tahun. Menariknya, meskipun dikenal sebagai musuh Belanda, Lencau Ingan justru dimakamkan dengan upacara militer Belanda yang dipimpin oleh Letnan L. Glafh, baik di rumah duka maupun di pemakaman di tepi Sungai Kayan, tak jauh dari Bandara Long Nawang.

“Ini adalah warisan sejarah yang tidak boleh kita lupakan,” tutup Ingkong.(Mkl)

Previous Post

Semarak Lomba Egrang, Hadang, dan Menyumpit di Bulungan, Warisan Budaya Terus Dilestarikan

Next Post

Wagub Kaltara Ingkong Ala Hadiri Prosesi Jalan Salib: Kristus Hadir Membawa Damai di Tengah Keluarga

Next Post

Wagub Kaltara Ingkong Ala Hadiri Prosesi Jalan Salib: Kristus Hadir Membawa Damai di Tengah Keluarga

Ketua PKK Bulungan Diakui Nasional, Sabet Penghargaan Puspa Cita

Sakral dan Penuh Kedamaian, Abhisekha Rupang Buddha Terbesar di Kaltara Digelar di Tarakan

RUPS BPR Bank Bulungan: Kredit UMKM Meningkat, Laba Naik 100 Persen

Pelayanan Semakin Mudah, Investasi Bulungan Melejit Rp 13,2 Triliun

Discussion about this post

Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | Perlindungan Wartawan

© 2025 BacaFakta.id - Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
logo bacafakta
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Internasional
  • Perspektif
  • Edukasi
  • Hiburan
  • Komunitas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pesona
  • Tekonologi