BULUNGAN – Bupati Bulungan Syarwani mengendarai motor trail untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Timur, kemarin, Sabtu (2/10).
Vaksinasi berlangsung di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Desa Wonomulyo, sekaligus meresmikan Gedung Olahraga Karang Taruna Lu’ung Jalung di Desa Sajau.
Syarwani menjelaskan, vaksinasi kali ini menyasar sebanyak 135 pelajar SMP di Wonomulyo yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama, karena vaksinasi ini selain membentuk imunitas tubuh, vaksinasi juga bagian dari persiapan pembelajaran tatap muka atau PTM.
“Jadi vaksinasi pelajar SMP di Bulungan menjadi salah satu syarat belajar tatap muka. Kalau belum divaksin tidak boleh tatap muka, pelajaran tetap diberikan namun secara daring,” katanya di hadapan para pelajar SMP sebelum pelaksanaan vaksinasi tersebut dimulai.
Kegiatan vaksinasi disambut baik oleh para pelajar, karena mempermudah mereka mendapatkan vaksin.
“Alhamdulillah tidak sakit suntikannya. Hanya saja sementara waktu tidak boleh dulu beraktivitas berat, seperti main bola dan futsal,” ujar Nandu salah satu pelajar saat usai divaksin dosis pertama.
Usai meninjau pelaksanaan vaksinasi siswa-siswi SMP Negeri 6 Desa Wonomulyo, orang nomor satu di bumi Bebatun itu kembali memacu gas motornya menuju Desa Sajau.
Agendanya meresmikan secara langsung GOR Bulu Tangkis Karang Taruna Lu’ung Jalung yang dibangun oleh PT Kayan Platation melalui dana sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility-CSR).
Syarwani mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak PT Kayan Platation yang notabenenya merupakan anak perusahaan dari Kayan Patria Pratama (KPP) Group yang telah memberikan bantuan berupa fasilitas GOR untuk masyarakat di Desa Sajau melalui CSR.
“Diharapkan GOR di Desa Sajau bisa menjadi fasilitas prasarana dalam pembinaan serta pengembangan, guna menghasilkan serta menggali potensi atlet-atlet muda Desa Sajau yang berprestasi, khususnya dalam cabang olahraga (cabor) Bulu Tangkis,” ujar Syarwani
Syarwani berpesan agar seluruh warga Desa Sajau ikut menjaga dan merawat fasilitas GOR yang telah dibangun.
Ia juga meminta agar Kepala Desa (Kades) Desa Sajau membentuk pengelola GOR. Hal ini terkait dengan pemanfaatan GOR kedepannya.
“Karena sejatinya, ketika fasilitas yang dibangun baik oleh Pemerintah maupun dari pihak swasta menjadi kewajiban masyarakat untuk menjaga dan merawatnya,” ujar Syarwani.
Syarwani juga mengatakan bahwa, meskipun bernama GOR Bulu Tangkis, namun dapat pula menjadi bangunan multifungsi, yang tidak hanya dapat digunakan untuk kegiatan olahraga Bulu Tangkis, namun juga bisa dimanfaatkan untuk olahraga lain.
“Bahkan GOR ini dapat digunakan untuk acara resmi seperti acara pernikahan. Sehingga besar harapan dari hasil pemanfaatan GOR tersebut, oleh pengelola dapat digunakan untuk melakukan pemeliharaan,” sebutnya. (Muklis)






Discussion about this post