BULUNGAN, Bacafakta.id – Semangat baru untuk mengakselerasi pembangunan pertanian di Kabupaten Bulungan kembali ditegaskan. Pada Senin (24/11/2025), Bupati Bulungan Syarwani secara resmi membuka Diklat Dasar Penyuluhan Pertanian bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh optimisme tersebut dihadiri oleh para peserta PPPK, dan jajaran Dinas Pertanian. Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa penyuluh pertanian merupakan ujung tombak kemajuan sektor pertanian Bulungan, sejalan dengan visi misi daerah melalui Program Prioritas Mandau Tani.
“PPPK Penyuluh Pertanian adalah agen perubahan di lapangan. Kuasai materi, jalin komunikasi dengan petani, dan jadilah mitra terpercaya yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Bulungan,” pesan Bupati.

Syarwani menegaskan bahwa diklat ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi investasi strategis untuk mencetak penyuluh yang adaptif, inovatif, dan siap mendampingi petani secara profesional dari hulu hingga hilir.
Bupati juga menyoroti pentingnya sinkronisasi program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, terutama dalam isu ketahanan pangan. Menurutnya, memastikan keselarasan program akan mempermudah langkah pembangunan pertanian dan memperkuat posisi Bulungan dalam mendukung agenda nasional.
Beliau mengungkapkan adanya kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian mengenai harga penyerapan hasil petani:
Gabah kering diserap Bulog seharga Rp6.500 perkilo,Jagung diserap seharga Rp5.500 perkilo. Kebijakan ini, kata Bupati, harus diperkuat melalui pengembangan kawasan sentra gabah dan jagung di wilayah Bulungan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan rencana strategis tahun 2026 melalui kelembagaan Korpri.
Ia mendorong agar ASN dan PPPK Bulungan sekitar 5.000 pegawai berkontribusi menjadi pasar tetap bagi beras petani lokal.

“Minimal 5 kilogram beras per ASN setiap bulan. Ini bentuk dukungan nyata agar petani tidak hanya produksi, tetapi juga punya kepastian pasar,” tegasnya.
Menurut Bupati, tanpa dukungan pasar yang jelas, petani kerap hanya bertani untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan sulit berkembang menjadi pelaku usaha yang berdaya saing.
Menutup sambutannya, Bupati memaparkan mimpi besar yang ingin diwujudkan bersama. Jika lahan dari Teras Baru hingga Jembatan Salim Batu dimaksimalkan untuk hamparan padi, kawasan itu diyakini dapat menjadi ikon wisata pertanian baru bagi Kabupaten Bulungan.
“Ini bukan sekadar mimpi. Dengan kerja bersama, penyuluh yang kuat, dan petani yang berdaya, kita bisa menjadikan Bulungan sebagai daerah pertanian maju dan mandiri,” tutupnya.(idh).






Discussion about this post