Bulungan, Bacafakta.id – Kabupaten Bulungan kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun sektor pertanian yang maju dan berbasis teknologi. Hal itu terlihat dari Pelatihan Sistem Informasi Geospasial (GIS) yang digelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan itu bekerja sama dengan NGO Pionir. Belum lama ini
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas staf pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam membaca, mengolah, dan menganalisis data spasial—sebuah keterampilan yang kini menjadi fondasi perencanaan pembangunan di era digital.
Sekda Bulungan: GIS adalah Masa Depan Pembangunan Daerah

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan, Ir. Risdianto S.Pi, M.Si, yang menegaskan bahwa pemanfaatan GIS bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi pemerintah daerah.
“Data spasial dari GIS akan menjadi fondasi bagi pengambilan keputusan yang akurat, terutama dalam mengoptimalkan sumber daya alam dan pertanian kita,” ujar Sekda di hadapan peserta.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini memiliki keterkaitan langsung dengan Program Integrated Area Development (IAD), sebuah inisiatif strategis yang mengintegrasikan berbagai sektor pembangunan untuk mendorong pertumbuhan wilayah secara berkelanjutan.
“GIS akan menjadi alat penting dalam, Pemetaan potensi lahan pertanian dan infrastruktur daerah, Pemantauan dinamika perubahan tata ruang dan lingkungan,
serta Penyusunan zonasi untuk penentuan investasi yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Pelatihan yang Menjawab Kebutuhan Daerah
Dalam pelatihan yang berlangsung beberapa hari ini, peserta akan mempelajari teknik pengumpulan data lokasi, pengolahan citra satelit, hingga analisis spasial menggunakan perangkat lunak GIS profesional.
Dikatakan, NGO Pionir hadir memberikan dukungan teknis, memastikan peserta mampu menguasai materi secara komprehensif.
“Pelatihan ini menargetkan pencapaian strategis, di antaranya Penyusunan basis data geospasial yang rapi dan terstruktur untuk Dinas Pertanian. Pemetaan komoditas unggulan dan wilayah persebarannya. Pembuatan berbagai peta tematik sebagai alat dasar perencanaan Program IAD,” ujarnya.
Langkah Nyata Menuju Pembangunan Berbasis Data
Risdianto juga mengatakan, Pelatihan GIS ini dinilai menjadi salah satu langkah konkret Kabupaten Bulungan dalam menerjemahkan komitmen pembangunan berbasis bukti (evidence-based development).
“Dengan kapasitas SDM yang semakin mumpuni, pemerintah daerah diyakini mampu merancang program IAD secara lebih tepat, efisien, dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat,” jelasnya.
“Demikian pula dengan hadirnya teknologi geospasial dalam proses perencanaan, Bulungan bergerak selangkah lebih maju menuju masa depan pertanian yang modern, akurat, dan berkelanjutan,”tutupnya.(idh).






Discussion about this post