TARAKAN, edukata.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Utara mengimbau agar pendistribusian logistik Pilkada 2024, khususnya di wilayah yang menggunakan transportasi air, dilengkapi dengan langkah pengamanan maksimal. (26/11/2024) Hal ini mencakup keselamatan petugas, kondisi armada, dan pengemasan logistik. Wilayah seperti Pulau Sadau di Kota Tarakan menjadi salah satu titik yang membutuhkan perhatian khusus karena hanya dapat diakses melalui speedboat atau kapal kecil.
Anggota Bawaslu Kaltara, Yakobus Malyantor Iskandar, menyatakan bahwa pihaknya telah menyarankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memprioritaskan keamanan dalam proses distribusi.
“Pulau Sadau adalah contoh wilayah yang aksesnya hanya melalui transportasi air. Kami menyarankan KPU untuk memastikan keselamatan petugas dan memastikan logistik Pilkada dikemas dengan baik agar aman sampai tujuan,” ujar Yakobus.
Bawaslu menekankan pentingnya pengemasan logistik Pilkada untuk melindungi dokumen dan perlengkapan pemilu dari kerusakan akibat cuaca atau kondisi transportasi. Yakobus menambahkan bahwa armada yang digunakan, seperti speedboat, juga harus dalam kondisi prima.
“Logistik harus dipacking dengan baik. Angkutannya juga harus memadai, termasuk mesin speedboat yang harus dalam kondisi bagus. Ini untuk mencegah kejadian seperti Pemilu sebelumnya,” paparnya.
Yakobus mengingatkan bahwa insiden yang terjadi pada pendistribusian logistik Pemilu 2024 menjadi pelajaran penting. Beberapa kasus kerusakan logistik atau kendala distribusi di pedalaman sempat menjadi perhatian. Oleh karena itu, ia menegaskan agar KPU menyiapkan anggaran yang cukup untuk mengantisipasi kemungkinan serupa.
“Belajar dari Pemilu 2024, kami sudah menyarankan kepada penyedia angkutan untuk meningkatkan kualitas armada. Pencegahan sudah kami laksanakan dengan memberikan rekomendasi sejak awal,” ujarnya.
Bawaslu Kaltara juga memastikan pengawasan dilakukan sejak awal proses perencanaan, produksi, hingga pendistribusian logistik Pilkada. Yakobus menyebutkan bahwa tantangan utama pada Pilkada 2024 adalah kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga keamanan menjadi faktor yang sangat penting.
“Kami memberikan saran kepada KPU agar semua aspek keamanan diperhatikan, baik untuk petugas maupun logistik. Kami berharap semua rekomendasi ini dijalankan demi kelancaran Pilkada,” tutup Yakobus.
Dengan imbauan ini, Bawaslu Kaltara berharap distribusi logistik Pilkada 2024 dapat berlangsung lancar, aman, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki akses transportasi terbatas seperti Pulau Sadau.






Discussion about this post