BULUNGAN, edukata.id – Ketua Bawaslu Kalimantan Utara (Kaltara), Rustam Akif, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024. Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi forum warga pengawasan partisipatif yang digelar di wilayah Selimau, Kabupaten Bulungan, pada Senin (18/11/2024) pagi.
“Pada prinsipnya, bagaimana masyarakat Selimau bisa paham tentang apa itu pengawasan partisipatif? Atau bagaimana mereka dapat ikut berperan dalam melakukan pengawasan selama pemilihan,” ungkap Rustam Akif.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, ketua RT, pemuda, dan organisasi masyarakat sipil. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran mereka dalam menjaga integritas pemilu.
Sosialisasi yang Menjangkau Berbagai Wilayah
Rustam juga menjelaskan bahwa kegiatan serupa dilaksanakan secara road show di berbagai titik di wilayah Kaltara, meliputi Kota Tarakan, Bulungan, Tana Tidung, Malinau, dan Nunukan.
“Kami menyadari bahwa wilayah pengawasan yang cukup luas membutuhkan partisipasi masyarakat. Tidak mungkin Bawaslu menjangkau semua area hingga tingkat gang atau RT. Oleh karena itu, dukungan masyarakat sangat kami butuhkan dalam pengawasan ini,” jelas Rustam.
Peringatan tentang Bahaya Politik Uang
Dalam acara tersebut, Bawaslu menghadirkan Syaifuddin, S.E., mantan anggota Bawaslu Kabupaten Bulungan periode 2018-2023, sebagai narasumber. Ia mengingatkan masyarakat tentang konsekuensi hukum bagi pemberi dan penerima politik uang (money politic).
“Bapak dan ibu yang menerima uang atau materi lainnya, sama seperti pemberinya, berpotensi diproses hukum atau bahkan dipidana,” terangnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan kepada pengawas pemilu jika menemukan adanya pelanggaran seperti praktik politik uang. “Forum partisipasi warga ini dimaksudkan agar bapak dan ibu yang menemukan kejadian pelanggaran atau bagi-bagi uang, segera melapor,” tambahnya.
Harapan Bawaslu kepada Masyarakat
Rustam Akif berharap masyarakat yang hadir dapat berperan aktif sebagai pengawas partisipatif. Dengan partisipasi yang lebih luas, ia optimistis pengawasan Pilkada 2024 dapat berjalan lebih efektif dan transparan.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Bawaslu Kaltara untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga demokrasi yang bersih dan adil melalui kolaborasi langsung dengan komunitas di berbagai daerah.






Discussion about this post