• Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
Menu
  • Nasional
  • Kaltara
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Komunitas
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Pesona
  • Edukasi
  • Perspektif
SEPUTAR KALTARA (KALIMANTAN UTARA)
Search
Close

Home » Bangkitkan Seni dan Budaya, Menggali Potensi Wisata

Bangkitkan Seni dan Budaya, Menggali Potensi Wisata

by BacaFakta.id
31 Januari 2023
in Kaltara
A A
Diskusi terkait seni dan budaya di Desa Kelubir, Selasa (31/1/2023). 
(Foto: edukata.id)

Diskusi terkait seni dan budaya di Desa Kelubir, Selasa (31/1/2023). (Foto: edukata.id)

28
SHARES
184
VIEWS
PostTweetSendScan
  • Diskusi DKD Kaltara bersama Masyarakat Desa Kelubir Didukung PT PKN

edukata.id – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu daerah yang kaya akan tradisi dan kebudayaan yang masih lestari. Seperti diketahui, wilayah yang menjadi provinsi ke-34 ini, merupakan bekas wilayah Kesultanan Bulungan.

Kesultanan Bulungan pernah menguasai wilayah pesisir yang terdiri dari beberapa daerah yaitu Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan dan Tawau (Sabah sekarang) yang di dalamnya terdapat bermacam-macam suku.

Setidaknya ada sebanyak tiga suku asli Kaltara yang eksis hingga saat ini. Di antaranya Suku Bulungan, Suku Tidung dan Suku Dayak, dengan masing-masing sub sukunya. Keberagaman suku itu juga senada dengan keberagaman budaya dan keseniannya.

Termasuk di Kabupaten Bulungan, sebaran etnis baik yang termasuk di dalam tiga suku asli maupun etnis dari berbagai daerah di Indonesia kini saling berkolaborasi dalam berbagai bidang. Termasuk di sisi seni dan budaya, keanekaragaman yang dimiliki oleh Bulungan, perlu dikembangkan lewat banyak media pertunjukan.

Hal itu dipandang perlu mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di Bulungan. Menyambut potensi itu, PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) berinisiatif untuk mengembangkan seni dan budaya, khususnya di desa dampingan dengan konsep pentahelix alias kolaborasi.

Terlibat langsung dalam pengembangan seni dan budaya itu, adalah Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kaltara. Di mana, pada Selasa (31/1/2023), dilaksanakan Forum Group Discussion (FGD) yang menghadirkan puluhan peserta. Terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga pegiat seni.

Selain itu, hadir pula pihak pemerintah, baik dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulungan sebagai salah satu pemapar. Termasuk Kepala Desa Kelubir serta Ketua Adat Kayan Desa Kelubir.

READ  Dibalik Potensi – Eksistensi Batu Bara di Kaltara, Ada Efek Merusak Kesehatan dan Lingkungan serta Bahaya Limbah

Diskusi tersebut berjalan lancar, dan melahirkan sejumlah usulan untuk membangkitkan seni dan budaya setempat. Sesuai tujuan diselenggarakannya FGD itu, didapatkan sejumlah potensi yang bisa dikembangkan. Sekaligus di dalamnya, dapat dipetakan penyusunan agenda seni dan budaya yang bisa diselenggarakan dengan melibatkan semua unsur.

Salah satu peserta diskusi bernama Surang mengemukakan, momen tersebut membangkitkan semangat kebudayaan. Apalagi, potensi seni di Kelubir seperti tari-tarian, musik tradisional, permainan tradisional, seni ukir hingga makanan khas sangat beragam.

“Kami sadar macam-macam seni seperti tari-tarian, musik tradisional, seni ukir, hampir sudah tidak dimainkan. Untuk itu, kami berharap ini momen kebangkitan, yang kemudian ada pelatihan untuk selanjutnya dipertunjukkan,” jelasnya.

Tak hanya itu, senada dengan peserta lainnya, Maria, bahwa ada sejumlah momen yang dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni dan budaya. Seperti pesta budaya, pesta panen, musyawarah besar keluarga Kayan. Hal itu menurutnya juga menjadi momen pengembangan wisata di desa tersebut.

“Itu bisa dimanfaatkan untuk jadi wisata, apalagi kita punya balai adat. Kita juga punya kerajinan tangan yang bisa ditampilkan. Hanya saja selama ini masih terkendala beberapa hal, sehingga butuh dukungan desa, kabupaten, dan harapannya bisa didukung juga oleh dewan kesenian,” tuturnya saat diskusi.

Ketua Adat Kayan Desa Kelubir Heng Anye turut mendukung langkah pengembangan seni dan budaya itu. Dia berharap, dengan adanya kolaborasi DKD, PT PKN, pemerintah dan masyarakat, kendala perihal kurangnya alat musik, fasilitas hingga SDM dapat teratasi.

“Harapan kita dari pariwisata dan kesenian, memperhatikan soal alat yang diperlukan dalam kegiatan kita. Ada perhatian dan  memberikan masukan kepada kami. Kalau tidak ada pendampingan mungkin selalu kami lupa. Untuk itu mohon dukungan pariwisata dan dewan kesenian,” ujarnya.

READ  Bupati Nunukan: Tujuh Prioritas Harus Menjadi Acuan

Adapun dari hasil diskusi tersebut, setidaknya ada sejumlah poin yang menjadi atensi bersama. Di antaranya, terkait sejarah Kayan di Kelubir, yang bisa dijadikan tulisan atau buku. Lalu ada potensi pengembangan makanan khas tradisional, kerajinan tangan, tari-tarian, musik tradisional hingga seni ukir.

“Untuk itu kita lakukan pemetaan potensi. Kemudian inputnya masuk dalam proses. Misalnya bagaimana peralatan musiknya, bagaimana pelatihannya, sehingga perlu dibentuk kelompok,” terang Comdev PT PKN Ardi A Kaudis.

Kemudian, sambungnya, untuk outputnya, dapat diadakan sebuah pertunjukan dengan memanfaatkan sejumlah momen di desa. Dalam pertunjukan itu, selain menampilkan seni pertunjukan, juga bisa memamerkan seni hasil kerajinan tangan.

“Sehingga ada dampak. Yaitu jumlah pendapatan masyarakat bisa bertambah. Karena contoh makanan, kerajinan tangan itu punya nilai jual. Di samping itu, jadi objek wisata, dan orang lebih tertarik datang berkunjung,” terangnya.

Sementara Ketua DKD Kaltara M Dicky Umacina, menegaskan akan melakukan pendampingan terhadap seni dan budaya itu. Bahkan dia mendukung penuh kebangkitan kebudayaan yang merupakan warisan nenek moyang.

“Kita coba lakukan pendampingan, mulai pelatihan seni sampai  kembangkan potensi wisatanya. Kita berharap Desa Kelubir maju dengan budayanya, sukses budaya, dan sukses ekonominya,” katanya menambahkan. (edu)

Previous Post

Kolaborasi Kembangkan SDM lewat Pendidikan Vokasi hingga Industri

Next Post

Presiden Jokowi Kabarnya Akan Lakukan Groundbreaking PLTA Mentarang

Next Post
Suheriyatna, turut dalam rapat bersama Tim Pelaksana Komite Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) di Kantor Kemenko Ekonomi.

(Foto: Istimewa)

Presiden Jokowi Kabarnya Akan Lakukan Groundbreaking PLTA Mentarang

Bupati Syarwani saat menyapa warga Desa Panca Agung di sela peringkat hari jadi desa, Selasa (31/1/2023) malam. 
(Foto: Mukhlis/edukata.id)

Rp4 Miliar APBD Bulungan Tahun Ini untuk 6 Desa di Tanjung Palas Utara

Foto bersama Ketua KPU Kaltara Suryanata Al-Islami, Ketua KPU Bulungan Lili Suryani, dan beberapa komisioner KPU dengan kader dan alumni HMI di Tanjung Selor. 
(Foto: edukata.id)

Milad HMI di Tanjung Selor; Demokrasi dan Masa Depan Peradaban

Ketua KPU Bulungan Lili Suryani didampingi seluruh komisioner KPU Bulungan saat rilis kepada media, Selasa (7/2/2023) sore tadi.

Perubahan Dapil di Bulungan pada Pemilu 2024

Apel Bulan K3 Nasional di Desa Apung, Tanjung Selor. (Foto:Ist)

Apel Bulan K3, Sekprov Sampaikan Pesan Menaker untuk Tenaga Kerja di Kaltara

Discussion about this post

Kode Etik | Pedoman Media Siber | Redaksi | Perlindungan Wartawan

© 2025 BacaFakta.id - Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
logo bacafakta
  • Beranda
  • Nasional
  • Kaltara
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Internasional
  • Perspektif
  • Edukasi
  • Hiburan
  • Komunitas
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pesona
  • Tekonologi