BULUNGAN, BACAFAKTA.ID — Menyambut musim tanam sekaligus memperkuat dukungan terhadap peningkatan produksi pangan daerah, Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama jajaran Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Bulungan, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan tersebut membahas sejumlah hal strategis, khususnya terkait usulan bantuan benih padi untuk pelaksanaan program PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System) yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Rakor menjadi bagian penting dalam proses sinkronisasi data dan kebutuhan di lapangan. Melalui koordinasi bersama para penyuluh, Dinas Pertanian memastikan usulan bantuan dapat disusun berdasarkan kondisi faktual serta kebutuhan kelompok tani di masing-masing wilayah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kristiyanto, mengatakan bahwa akurasi data penerima menjadi salah satu kunci agar program bantuan pemerintah dapat memberikan manfaat secara optimal kepada petani.
“Koordinasi ini penting untuk memastikan data dan kebutuhan di lapangan benar-benar terakomodasi dalam usulan bantuan benih. Kami ingin bantuan yang nantinya disalurkan dapat tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu, sehingga benar-benar mendukung kebutuhan petani dalam menghadapi musim tanam,” ujar Kristiyanto.
Menurutnya, penyuluh pertanian memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan kelompok tani dan mengetahui kondisi pertanian di masing-masing wilayah. Karena itu, sinergi antara penyuluh dan Dinas Pertanian perlu terus diperkuat, khususnya dalam penyediaan data, pendampingan, serta pengawalan program pemerintah.
“Penyuluh adalah ujung tombak kita di lapangan. Informasi dan pendampingan dari mereka sangat penting agar setiap program pertanian dapat direncanakan dengan baik dan pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat tani,” tambahnya.
Kristiyanto berharap dukungan benih melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat upaya Kabupaten Bulungan dalam menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan.

“Harapan kita, seluruh proses ini dapat berjalan dengan baik. Bantuan benih bukan hanya soal penyaluran, tetapi bagaimana bantuan tersebut mampu memberikan dampak terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Untuk itu, koordinasi dan pengawalan harus dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan,” pungkasnya.
Dengan koordinasi yang semakin solid antara Dinas Pertanian, penyuluh, dan kelompok tani, program pertanian tahun anggaran 2026 diharapkan dapat terlaksana secara efektif serta memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan. (Adv/jo)

Discussion about this post